Pembahasan Pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik INDONESIA dan Dunia
Rabu, 02 September 2015
Menhan Sebut MoU Pembelian Su-35 pada Bulan September
Pesawat tempur Sukhoi Su-35 (photo : militaryphotos)
Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui telah menyepakati pembelian satu skuadron atau 16 unit pesawat F-5 Tiger milik TNI Angkatan Udara yang akan memasuki masa pensiunnya dengan pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia. Ryamizard mengatakan, bahwa pada bulan September 2015 akan ada penandatanganan pembelian Sukhoi dengan pihak Rusia.
Tim TNI AU Tinjau Sukhoi Su-35 ke Moskow
Kolombia Ingin Perdalam Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia
Kunjungan ini dimaksudkan untuk
meningkatkan kerjasama kedua negara khususnya di bidang pertahanan.
Dubes Kolombia menyampaikan bahwa Pemerintah Kolombia ingin memperluas
dan memperdalam kerjasama kedua negara di bidang pertahanan.
Azerbaizan Berharap dapat Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Indonesia
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim (95%), Azerbaizan siap melakukan kerjasama dengan Indonesia tidak hanya terbatas pada bidang perekonomian saja tetapi juga pada bidang pertahanan.
Denmark Tawarkan Kerjasama Transfer Teknologi dan Produksi Bersama Pembuatan Radar
Tawaran tersebut disampaikan Duta Besar
Denmark untuk Indonesia, H. E. Casper Clynge, saat melakukan kunjungan
kehormatan kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard
Ryacudu, Selasa (1/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Kemhan Putuskan Beli Sukhoi SU-35 untuk Ganti F-5
"Kita sepakat (Panglima TNI dan KSAU) akan membeli satu skuadron Sukhoi SU-35 dari Rusia untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger," kata Menhan Ryamizard Ryacudu usai sidak persenjataan milik TNI Angkatan Darat di tiga kesatuan, yakni Kopassus, Yonkav 1/1 Kostrad, dan Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, di Jakarta, Rabu (2/9).
Pertimbangannya Kementerian Pertahanan memilih Sukhoi sebagai pengganti F-5 Tiger, kata dia, karena penerbang TNI Angkatan Udara sudah terbiasa menggunakan Sukhoi.
"Sekarang kita memiliki pesawat tempur dari Amerika (F-16), Tiongkok, dan Rusia. Kita bukan negara yang blok-blokan," katanya.
Pembelian pesawat Sukhoi itu akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara. "Kita ingin membeli satu skuadron, tetapi disesuaikan kemampuan pemerintah," kata Ryamizard.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan bahwa pada bulan September 2015 akan ada penandatanganan pembelian Sukhoi dengan pihak Rusia.
Delegasi TNI AU Bicarakan Pembelian Su-35 dan Missile S-300 di Pameran Dirgantara MAKS 2015
![]() |
| Salahsatu Manufer Pesawat Tempur Su-35C dalam Pameran Dirantara MAKS 2015 |
"Mereka sangat terkesan dengan pameran tersebut," tutur Atase Pertahanan Republik Indonesia di Moskow, Kolonel TNI AU Andi Kustoro kepada GATRAnews di Moskow, (31/8). Salah satu hal yang menarik adalah performa pesawat tempur Su-35C yang mampu melakukan supermanuver.
"Kami melihat kemampuannya untuk dapat menanjak secara vertikal, berhenti di udara sejenak hingga menampilkan teknik Kobra Pugacov," tutur Andi. Pesawat ini disebutkan mampu terbang hingga 20.000 km dengan kemampuan jelajah mencapai 4.500 km, dan mampu melacak sasaran di udara sejauh 400 km.
Langganan:
Postingan (Atom)


