Sabtu, 19 Maret 2016

Putin, Meski Ditarik Militer Rusia Bisa Kembali ke Suriah dalam Hitungan Jam

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia bisa saja meningkatkan kehadiran militernya kembali di Suriah dalam beberapa jam, meskipun kini militer Rusia mulai menarik diri dari Suriah setelah meluncurkan serangan udara lebih dari lima bulan.

Berbicara di salah satu ruang termegah di Kremlin tiga hari setelah dia memerintahkan sebagian pasukan Rusia untuk menarik diri dari Suriah, Putin mengungkapkan bahwa dia meninggalkan sejumlah kecil pasukan tempur Rusia untuk membatu tentara pemerintah yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.


Putin, Meski Ditarik Militer Rusia Bisa Kembali ke Suriah dalam Hitungan Jam

"Saya yakin bahwa kita akan melihat keberhasilan yang baru dan serius dalam waktu dekat," kata Putin dalam acara penganugerahan lebih dari 700 anggota militer, Kamis (17/3).

Rombongan Pertama Pesawat Rusia Tinggalkan Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa kloter pertama pesawat militer mereka sudah meninggalkan pangkalan udara Hmeymim di Latakia, Suriah, pada Selasa (15/3), setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan udaranya untuk angkat kaki karena misi telah tercapai.

Seperti diberitakan Reuters, kloter pertama tersebut termasuk Sukhoi-34. Nantinya, semua kloter pesawat akan didampingi oleh Tupolev-154 atau Ilyushin-76 yang membawa para personel teknis dan kargo.


Rombongan Pertama Pesawat Rusia Tinggalkan Suriah

Kemenhan Rusia mengatakan bahwa 50 pesawat tersebut akan menempuh perjalanan 5.000 kilometer dan mengisi bahan bakar di pangkalan perantara Rusia.

Menanti Kemampuan Maksimal Leopard





MBT Leopard 2 TNI AD (photos : Kaskus Militer)

Komisi I DPR mengunjungi Markas Batalyon Kavaleri 8 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi operator tank tempur utama-main battle tank (MBT)- Leopard buatan Krauss-Maffei dan Rheinmetall, Jerman, Jumat (19/2). Ternyata tank kebanggaan yang dibeli era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu masih kurang kelengkapannya sehingga belum dapat beroperasi maksimal. Tidak hanya kelengkapan tank Leopard yang belum dipenuhi TNI, sarana latihan pun masih terbatas.


16 Unit Rudal Starstreak akan Memperkuat Arhanud Dumai





Starstreak dengan platform Land Rover 4x4 (photo : Jane's)

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan memastikan dalam waktu dekat, prajurit Den Arhanud Rudal 004 Dumai bakal mendapat alutsista baru. Yakni rudal pertahanan udara Starstreak dari Thales, Inggris.


Ukraine will soon Send to Thailand Next Batch of Oplot-M Tanks




Oplot-M MBT (photo : military-informant)

Representatives of the Armed Forces of the Kingdom of Thailand visited the Kharkov plant Malyshev  : this time - for the purpose of acceptance of another batch of "Oplot-M" tanks made ​​now in the "Thai contract."


KRI Bintuni Dimodifikasi Angkut Tank Leopard





KRI Teluk Bintuni 520 LST (photo : DRU)

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia belum memiliki landing ship tank (LST) khusus pengangkut tank tempur Leopard. Karena itu, KRI Teluk Bintuni-520 dimodifikasi demi keperluan tersebut. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo yang ditemui di Jakarta, Kamis (17/3), mengatakan, semula KRI Teluk Bintuni dirancang mengangkut tank-tank Korps Marinir ukuran 30 ton.


DSME Siap Luncurkan Kapal Selam Pesanan Indonesia




KRI Nagabanda 403 (photos : Korps Hiu Kencana)

Kapal selam pertama pesanan Indonesia yang dibuat oleh galangan kapal selam Korea Selatan DSME konstruksinya telah selesai dan kapal siap diluncurkan.