Senin, 07 September 2015

Menhan Siapkan Anggaran Beli Satu Skuadron Pesawat dari Korsel


Penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI terus dilakukan. Terbaru, kekuatan pesawat latih aerobatik TNI AU akan diperbanyak.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berencana menambah satu satu skuadron Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU. Untuk itu, pihaknya berencana membeli 12 unit pesawat jenis KT-IB Wong Bee.

Penambahan pesawat tersebut dapat segera dilakukan pengadaan. Pasalnya, ia menyebut, harga pesawat buatan Korea Selatan tersebut tidak terlalu mahal dan anggarannya sudah tersedia. Tapi, ia enggan memerinci berapa total alokasi dana yang dipersiapkan untuk menambah satu skuadron pesawat latih dasar yang sering dibuat manuver ekstrem tersebut.

Pesawat Tempur Singapura Kerap Latihan di Ruang Udara RI


Wilayah udara Indonesia ternyata sering dijadikan daerah latihan oleh pesawat tempur Singapura. Itu terjadi di utara Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Bukan hanya dengan Malaysia saja Indonesia harus bermasalah terkait pelanggaran batas wilayah. Diketahui, Singapura sering melakukan latihan pesawat tempurnya di ruang udara yang berada di Kepulauan Riau.

"Ya betul, itu terjadi di utara Pulau Bintan," ujar Komandan Lanud Tanjungpinang Letkol Pnb I Ketut Wahyu Wijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2015).

Tiga KRI Jajaran Koarmabar Laksanakan Gladi Tugas Tempur di Laut Jawa


Kapal perang jajaran Komando Armmada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Gladi Tugas Tempur Tingkat-III/L-3 Terpadu di Laut Jawa, Selasa (1/9).Rangkaian latihan ini dimulai sejak dari  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Perairan Laut Jawa, Pulau Gundul  serta Surabaya.

Kamis, 03 September 2015

Ketika Tiongkok pamerkan ratusan persenjataan modern terbaru



Ketika Tiongkok pamerkan ratusan persenjataan modern terbaru
Pesawat Tempur J-31 milik Tiongkok(REUTERS)
Beijing (ANTARA News) - Tiongkok memamerkan hampir 80 persenjataan baru dan modernnya, dalam parade militer memperingati 70 Tahun berakhirnya Perang Dunia II sekaligus kemenangan Tiongkok atas Jepang pada masa itu, di alun-alun Tiananmen, Rabu, pagi.

Seluruh kekuatan militer Tiongkok mulai angkatan darat, laut, udara Pasukan Arteleri Kedua dan Kepolisian tampil bersama 500 alat utama sistem persenjataan terbaru dan modern dalam parade yang baru kali pertama diadakan dalam rangka berakhirnya Perang Dunia II, tersebut.

Dengan Bantuan Saudi, Rusia Bisa Jual Kapal Selam untuk Maroko


Berdasarkan informasi dari surat kabar AS, World Tribune, Moskow dan Rabat mungkin akan menandatangani kesepakatan pasokan kapal selam disel-elektrik generasi keempat Rusia Project 677E, Amur-1650, untuk Maroko.


Penandatangan tersebut mungkin akan dilakukan pada kunjungan Raja Mohammed VI ke Rusia akhir 2015.


Kompetisi Senjata Melawan Aljazair


Salah satu alasan Maroko hendak memodernisasi angkatan laut mereka adalah kompetisi senjata dengan rival regional utamanya, Aljazair, yang telah memiliki dua buah kapal selam Proyek 636 Varshavyanka, dua kapal selam proyek 877 Paltus, dan akan mendapat dua kapal selam Varshavyanka tambahan pada 2017. Maroko butuh armada bawah laut yang mampu menandingi Aljazair.

Jepang keluhkan rencana kehadiran Ban Ki-moon di parade militer Tiongkok

Pemerintahan Jepang mengeluh kepada PBB atas rencana Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menghadiri parade besar militer di Beijing guna memperingati 70 tahun kekalahan Jepang di Perang dunia II.

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menyeru PBB bersikap "netral" setelah Tokyo menyampaikan keluhan kepada badan dunia beranggotakan 193 negara itu pada Jumat.



"Kami ingin mendorong negara anggota melihat ke masa depan dan tidak perlu fokus pada peristiwa tertentu pada masa lalu," kata Suga dalam jumpa pers pada Senin.

Acara parade itu direncanakan dilakukan pada Kamis, ajang pamer kekuatan saat Tiongkok mengambil sikap lebih tegas di kawasan dan akan melibatkan 12 ribu tentara serta 500 peralatan di Lapangan Tiananmen, dengan hampir 200 pesawat terbang.

French Defense Chief Attempts to Sell at Least One Mistral to Malaysia



Mistral class LHD (photo : wiki)

During his visit to Malaysia, French Defense Minister Jean-Yves Le Drian dicussed Kuala Lumpur’s interest to buy one of the two Mistral-class helicopter carriers initially ordered by Russia, Bernama reported citing a representative of the French delegation.