Selasa, 20 September 2016

Nine Dash Line China di Natuna Tak Punya Dasar Hukum

Pengamat hukum internasional dari Universitas Hofstra, Amerika Serikat (AS), Julian Ku mengatakan, Indonesia dan China sejatinya terlibat dalam sengketa wilayah, yakni di Natuna. Sebagian kecil dari kawasan Natuna masuk dalam nine dash line China.


Nine Dash Line China di Natuna Tak Punya Dasar Hukum

Nine dash line adalah sembilan titik imaginer yang menjadi dasar bagi China, dengan dasar historis, untuk mengklaim wikayah Laut China Selatan.

"Indonesia memang berkata tidak ada perselisihan dengan China, pernyataan tersebut muncul karena klaim (nine dash line) China tidak punya legitimasi. Tapi sebenarnya ada perselisihan, ini terkait dengan klaim China soal haknya menangkap ikan. Sementara di sana (Natuna), sesuai dengan hukum (internasional) itu adalah daerah hak Indonesia untuk menangkap ikan," Tutur julian pada Rabu (7/9).

Abu Sayyaf Bebaskan Tiga dari Sembilan WNI yang disandera

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan, tiga dari sembilan WNI yang disandera kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf, telah dibebaskan di Pulau Jolo, perairan Sulu, pada sekitar pukul 01.00 dinihari waktu setempat, Minggu (18/9).

"Prosesnya tadi malam, dilepaskan tiga orang. Dari gubernur Sulu ada proses penyerahan ke kita," ujar dia, usai mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu malam.


Abu Sayyaf Bebaskan Tiga dari Sembilan WNI yang disandera.jpg

Ketiga sandera yang dibebaskan yakni Lorens Lagadoni Koten (34), Teodorus Kopong Koten (42), Emanuel Arakian Maran (46). Para pria asal Nusa Tenggara Timur itu anak buah kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Len yang diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia, Juli lalu.

Pembebasan ketiga WNI serta satu warga negara Norwegia merupakan hasil koordinasi pemerintah Filipina dan Moro National Liberation Front pimpinan Nur Misuari yang membantu proses negosiasi pemerintah dengan Abu Sayyaf. MNLF bukan sekali ini "bersentuhan" dengan unsur Indonesia.

Pindad - SAAB - PussenArhanud Bahas GBAD




Rudal RBS-70 TNI AD buatan SAAB (photo : HaloMalang)

Pindad dan SAAB Gelar One Day Workshop GBAD

Rabu, 14 September 2016, PT Pindad (Persero) yang menggandeng perusahaan pertahanan asal Swedia, SAAB AB mengadakan workshop sehari di Auditorium PT Pindad (Persero).

Workshop yang mengambil tema Ground Base Air Defence ini dihadiri oleh anggota kesatuan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pussenarhanud, Kolonel Arh I Ketut Sugiartha. Direktur Komersial PT Pindad (Persero) Widjajanto turut hadir membuka acara workshop.


Kapal Selam KRI 403 Jalani Sea Trial


Kapal selam KRI 403 (photo : pr1v4t33r)

Kapal selam pertama pesanan Indonesia buatan galangan kapal DSME Korea Selatan saat ini telah memasuki proses sea trial.

Kapal selam yang diperkenalkan kepada publik pada tanggal 24 Maret 2016 dalam seremoni acara launching ini secara resmi belum menyandang nama, namun telah memiliki nomor lambung 403. Menilik urutan nama saat Indonesia memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, maka nomor lambung 403 diperuntukkan untuk KRI Nagabanda.


New Variant of Blackhawk Unveils in MSPO 2016



Armed Black Hawk (all photos : Miltech, defence24)

MSPO 2016: Lockheed Martin Presents Armed Black Hawk Helicopter

During MSPO 2016 in Kielce, Lockheed Martin unveiled an armed version of the Sikorsky UH-60 Black Hawk helicopter. This configuration is designed for combat support of land forces (anti-armour, close air support, covering force, escort), however other variants, including MEDEVAC and transport, are available. Representatives of PZL-Mielec, a subsidiary of Sikorsky, said during MSPO 2016 that an armed version is already available for customers and is now being tested in the United States.


Exclusive Details the Layout of the Latest BT-3F



BT-3F amphibious tracked APC (photos : Misilles, images : Vestnik)

The latest Russian armored transporter BT-3F will differ increased capacity. It is capable of carrying 14 paratroopers and three crew members. The soldiers will be protected robust armor, and in their possession will be remote-controlled weapon stations with a machine gun 7.62 mm.


Kasta-2E2 Specialized Radar to Detect Cruise Missiles of Vietnam



Kasta 2E2 radar of the Vietnam (all photos : KienThuc)

Vietnam air defense forces has long since turned out to be equipped with Kasata-2E2 radar capable to detect cruise missiles which flying extremely low.