Rabu, 26 Agustus 2015

Obama minta maaf ke Jepang setelah klaim WikiLeaks soal mata-mata



Obama minta maaf ke Jepang setelah klaim WikiLeaks soal mata-mata
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (kanan) didampingi Wakil Presiden Joe Biden (kiri) saat menyampaikan keterangan dari ruangan pers Gedung Putih, Washington, Kamis (18/6/15). (REUTERS/Jonathan Ernst)
Tokyo (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Rabu meminta maaf ke Tokyo setelah WikiLeaks mengklaim Washington telah memata-matai politisi Jepang, kata jurubicara pemerintah, Rabu.

Obama melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Rabu pagi, kata jurubicara Yoshihide Suga, dan menambahkan kedua pemimpin sepakat bekerja sama menghadapi masalah perekonomian global di tengah anjloknya pasar saham akibat kekhawatiran mengenai Tiongkok.

Lima gertak sambal Korea Utara bikin panik kawasan

Dalam sepekan terakhir situasi di Semenanjung Korea kian memanas. Kondisi ini dipicu siaran propaganda Korea Selatan di perbatasan yang menggunakan pengeras suara. Dalam siaran itu Korsel mengkritik Korut. Sebagai respon atas tindakan itu pemimpin Korea Utara memerintahkan pasukannya melepaskan tembakan ke pasukan militer Korsel di perbatasan. Korsel pun membalas serangan itu dengan tembakan rudal.




Tak perlu waktu lama bagi Kim Jong-un untuk memerintahkan pasukannya bersiaga perang dan menyatakan negara dalam kondisi darurat perang. Dunia internasional terus mencermati apa yang sedang terjadi di Semenanjung Korea itu.

Empat strategi militer Amerika Serikat hadang Rusia di Eropa

Memanasnya situasi di Ukraina saat ini membuat cemas Amerika Serikat. Rusia yang selama ini mendukung pemberontak di Ukraina semakin menunjukkan kekuatan peralatan militernya di wilayah itu.



Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk penambahan alutsista. Hal ini dinilai Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg sebagai aksi hasutan perang, membuat situasi tidak stabil dan berbahaya.

Merasa terancam dan khawatir, akhirnya AS tidak tinggal diam, berikut empat strategi militer Negeri Paman Sam dalam menghadang Rusia di Eropa yang dikumpulkan dari bermacam sumber.

Negosiasi Pembelian Pesawat Erieye AEW&C


Erieye on a Embraer 145 from  Forca Aerea Brasileira
Erieye on a Embraer 145 from Forca Aerea Brasileira
Linkoping – Perusahaan Kedirgantaraandan Pertahanan Swedia, Saab, berencana melanjutkan diskusi dengan Angkatan Udara Indonesia untuk pembelian pesawat peringatan dini dan sistem kontrol udara di tengah meningkatnya upaya bangsa Indonesia untuk mengamankan perbatasannya.

Korut Mulai Kerahkan Puluhan Kapal Selam


Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mengerahkan setidaknya 50 kapal selam. Pengerahan kapal selam ini terjadi di tengah dialog damai antara Korut dan Korea Selatan (Korsel) untuk mendinginkan situasi yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.

Jaga Perbatasan Sama dengan Pertahankan Harga Diri Bangsa


Terkait harga diri bangsa Indonesia di perbatasan memang sangatlah penting dilakukan oleh negara Indonesia. Karena perbatasan menjadi bagian terdepan memperlihatkan kondisi tanah air secara fisik maupun nonfisik masyarakat di perbatasan.

Pengamat pemasaran nasional dan dunia, Hermawan Kartajaya mengatakan, memperbaiki harga diri perbatasan di Indonesia merupakan sebuah hal yang sangat penting.

Indonesia Latihan Bareng Kapal Perang USS Fort Worth, AS Puas


Militer Amerika Serikat (AS) puas dengan latihan militer Indonesia bersama kapal perang USS Fort Worth. Latihan militer yang juga diikuti beberapa negara Asia lainnya itu ditutup pada 21 Agustus 2015 di Sandakan, Malaysia.