Jumat, 03 Juli 2015

Serangan udara bunuh pemimpin ISIS spesialis rekrutmen



Serangan udara bunuh pemimpin ISIS spesialis rekrutmen
Para ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini praktis menguasai separuh wilayah Suriah dan sekaligus jalur luas yang membentang sampai Irak utara dan tengah (Reuters)
Washington (ANTARA News) - Seorang pemimpin senior Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang biasa menggalang dana, merekrut pejuang baru dan senjata untuk ISIS terbunuh oleh serangan udara koalisi di Suriah, kata Pentagon seperti dikutip AFP.

Tariq bin Tahar al-Awni al-Harzi, nama si pemimpin, terbunuh di kota Shaddadi pada 16 Juni, kata juru bicara Pentagon Kapten Laut Jeff Davis.

Saudaranya, Ali, seorang perekrut ISIS dan orang di balik serangan Benghazi 2012, sudah terbunuh oleh sebuah serangan udara sehari sebelumnya.

Tak Jadi Dibeli Rusia, Kapal Perang Perancis Terbengkalai

Perancis tidak bisa menjual dua kapal perang pesanan Rusia setelah ditetapkan sanksi dan embargo terhadap pemerintahan Vladimir Putin. (Reuters/Stephane Mahe)
Perancis tidak bisa menjual dua kapal perang pesanan Rusia setelah ditetapkan sanksi dan embargo terhadap pemerintahan Vladimir Putin. (Reuters/Stephane Mahe)
Paris, Dua kapal perang buatan Perancis yang seharusnya dibeli Rusia kini terbengkalai setelah ditetapkan sanksi dan embargo senjata oleh Barat terhadap pemerintah Moskow. Akibatnya, Perancis merugi hingga miliaran euro dan dua kapal perang itu terancam dimusnahkan.

Moeldoko: Kalau Ada Prajurit Gabung ISIS, Saya Potong Dia

-Panglima-TNI-Jenderal-Moeldoko7
Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko membantah kabar yang menyebut salah satu prajuritnya bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ia pun mengancam prajurit yang berani bergabung dengan kelompok radikal tersebut.
“Enggak, enggak ada (prajurit yang bergabung). Dari mana itu?” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Ketika Berita Musibah Disiarkan



Cermin buruk muka kita adalah, jika ada peristiwa musibah yang mengejutkan publik bersama korban yang besar, kejadiannya dramatis dengan frekuensi siar yang luas maka selalu ada omongan emosional yang berlebihan “kapasitas air liurnya”. Contoh terakhir adalah musibah jatuhnya pesawat militer angkut berat Hercules TNI AU di Medan 30 Juni 2015 lalu yang menewaskan lebih seratus jiwa warga bangsa  ini.



Belum lagi selesai evakuasi, masih mengalir deras airmata duka keluarga korban, komentar yang dilontarkan mereka yang merasa sok tahu menyudutkan pemilik alutsista. Yang bilang pesawat tua lah, lalu ngomong pesawat hibah, lalu komentar kurang perawatan, dikomersialkan, kelebihan beban dan sebagainya. Padahal musibah baru hitungan jam dimana prioritas adalah evakuasi korban dan pemberitahuan kepada keluarga korban.

Hercules Indonesia

Itulah kita, begitu banyak stasiun penyiaran TV, Radio dan media cetak hanya mengejar kecepatan siar dan terbit dimana nilai kecepatan itu mengabaikan akurasi dan kelayakan. Sodoran pertanyaan yang diajukan ke wakil rakyat dan pengamat abal-abal, jawabannya seperti “firman tuhan” dengan mengatakan musibah itu karena alutsista renta dan jompo. Jadi dia sudah memastikan bahwa penyebabnya alutsista tua bangka.

Missile System Pushed



Shore-Based Anti Ship Missile System (photo : militaryphotos)

THE Defense Department is lobbying to realign the P6.5 billion Shore-Based Missile System to counter China’s threat in the South China Sea, according to documents obtained by The Standard.

The mobile SBMS is part of the Army’s “big-ticket items” and included in the 1st Horizon Project List in the Revised Armed Forces of the Philippines Modernization Program, which was approved by Defense Secretary Voltaire Gazmin but yet to be approved by President Benigno Aquino III.

Anggaran TNI 2016 Rp 101 T, Pemeliharaan dan Perbaikan Alutsista Dapat Porsi Besar



Prediksi anggaran tahun 2016 adalah Rp 101 triliun atau naik 4,5% terhadap tahun 2015 (photo : Merdeka)

Anggaran di Atas Rp 100 Triliun, TNI Fokus Rawat Alutsista

Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, tahun 2016 anggaran TNI sebesar Rp 101 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya Rp 96,6 triliun.

BIN Akan Rekrut 1.000 Personel Baru


Usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan bahwa BIN akan merekrut hingga 1000 personel baru. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi Pemilu serentak yang akan dimulai tahun ini.
 
"Satu tahun ini kita harus merekrut 1.000 orang terutama menghadapi Pemilu serentak. Kondisi itu harus bisa kita pantau sedini mungkin," kata Sutiyoso di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7).