Kamis, 11 Desember 2014

Obama Sesalkan Tindakan CIA

Presiden AS Barack Obama menyesalkan tindakan Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) saat menginterogasi tahanan teroris saat periode pemerintahan George W Bush. Obama menyebut tindakan CIA itu “Bertentangan dengan nilai-nilai kita."



"Saya berharap bahwa laporan hari ini dapat membantu kita meninggalkan teknik ini, yang pernah ada di masa lalu. Hari ini juga kita diingatkan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai yang kita anut tidak akan membuat kita lemah, malah itu membuat kita lebih kuat dan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi kekuatan terbesar untuk kebebasan dan martabat manusia seperti dikenal di seluruh di dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.

Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut terkait apa yang harus dilakukan pada pimpinan badan intelijen saat itu.



Pernyataan itu disampaikan Obama terkait laporan CIA yang dirilis Komite Intelijen Senat AS, Selasa (10/12). Laporan mengejutkan itu berkisah tentang penyiksaan yang dilakukan oleh badan intelijen Central Intelligence Agency (CIA), di mana para tahanan kasus terorisme dilarang tidur hingga satu pekan, atau dibenamkan ke air untuk mendapatkan informasi.

Metode yang dipakai CIA lebih brutal dibandingkan apa yang dilaporkan badan tersebut ke presiden waktu itu, George W Bush, dan juga ke publik.

Laporan asli tentang teknik interogasi CIA ini setebal 6.000 halaman, dan rangkumannya saja yang dirilis Senat mencapai 480 halaman.

Komite Senat tersebut juga menyebutkan CIA telah memberi laporan menyesatkan ke Gedung Putih dan Kongres soal penahanan dan interogasi para tersangka teroris.

Laporan tersebut disusun selama lima tahun dan didasarkan pada lebih dari 6 juta dokumen internal CIA.

Operasi CIA ini dilakukan di berbagai penjara rahasia seluruh dunia dengan melibatkan agen-agennya sendiri dan para kontraktor pada tahun-tahun setelah serangan teroris 11 September 2001.

"Para tahanan dilarang tidur selama satu pekan, dan kadang-kadang diberitahu kalau mereka akan dibunuh semasa menjadi tahanan Amerika," bunyi laporan tersebut seperti dikutip The New York Times.

Teknik penyiksaan waterboarding -- yaitu menyiram wajah tahanan dengan air atau membungkus kepalanya dengan kantong berisi air dalam kondisi terikat -- melibatkan lebih banyak tahanan dari yang diklaim CIA dulu, yaitu cuma tiga orang.
Komite Senat menemukan sebuah foto papan untuk waterboarding dikelilingi berember-ember air di sebuah penjara Afghanistan di mana CIA mengklaim tak pernah dilakukan teknik waterboarding.

Di masa pemerintahannya, Presiden George W Bush berulangkali mengatakan bahwa program penahanan dan interogasi tersangka teroris dilakukan manusiawi dan sesuai hukum, dan terbukti mencegah rencana serangan atau membantu penangkapan tokoh-tokoh senior al Qaeda.

Sementara itu, koresponden Al Jazeera, Kimberly Halkett, melaporkan dari Capitol Hill di Washington DC, mengatakan, tidak jelas apa yang akan dilakukan Kongres setelah merilis laporan itu.

"Sulit untuk mengatakan apa yang akan Kongres lakukan, karena Kongres memiliki banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu namun tidak dilakukan," kata Halkett.

Amnesty International mengatakan, laporan itu menunjukkan bahwa CIA telah bertindak melawan hukum. (BeritaSatu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar