Senin, 28 Januari 2013

Kekurangan guru, TNI AD diperbantukan mengajar di perbatasan


58 Prajurit TNI AD Batalion 407 Padmakusuma yang saat ini bertugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan dan Malinau Kalimantan Timur, ikut membantu mengajar di sejumlah sekolah.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) Batalion 407 Padmakusuma, Mayor Inf Ari Aryanto di Nunukan, menjelaskan ke-58 personel tersebut sebelumnya telah diberikan pemahaman dan pembekalan mengajar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.
Pembekalan tersebut dimaksudkan agar setelah ditugaskan mengajar di wilayah perbatasan selama menjalankan tugas menjaga perbatasan tidak mengalami grogi dan memahami sistem kegiatan belajar mengajar (KBM). Tentara yang menjaga 29 Pos dari Nunukan sampai Malinau itu juga telah diberi sertifikat.
58 Prajurit TNI AD yang dipersiapkan untuk mengajar itu telah mendapatkan sertifikasi sebelum berangkat menjaga perbatasan dari 29 pos yang tersebar di Kabupaten Nunukan sampai Kabupaten Malinau.

Di setiap pos ada dua orang prajurit yang diberikan pembekalan yang dipersiapkan untuk mengajar di seluruh sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Mengajar ini merupakan salah satu bagian daripada tugas TNI yang bertugas di wilayah perbatasan yakni ikut bertanggungjawab mencerdaskan masyarakat dan bangsa," kata Mayor Ari.

Menurutnya ini bentuk komitmen prajurit TNI AD khususnya dari Batalion 407 Padmakusuma dalam rangka memajukan pendidikan terhadap anak-anak di wilayah perbatasan, seperti di SD Filial Perum Desa Tabur Lestari Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan selain mengajar juga merehabilitasi ruangan belajar bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Di sekolah tersebut, ruangan belajar yang dipergunakan kondisinya sangat memprihatinkan karena ruangan berada di kolong rumah warga dengan berdinding papan dan satu kelas dibagi dua untuk dua kelas.
Di SD Filial Perum ini, dua prajurit Satgas Pamtas ditugaskan mengajar setiap hari selama enam hari seminggu.

Keberadaan prajurit TNI mengajar di sekolah bukan berarti menjadi tenaga inti dan mengharapkan imbalan tetapi hanya membantu tenaga guru yang ada di sekolah itu dan dilakukan secara gratis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar