Minggu, 09 Agustus 2015

AYO MARI KITA BERHITUNG ! (V)



 
Seri 5 : Jus Jerukdan Triple Kagumuntuk Si Cantik
 image002
Wah Segaaarrrrnya !!!!!
Eits hati-hati jangan-jangan ini obat serangga B***** rasa jeruk (hehehehe saya sensor sendiri nih)…
Resepnya campurkan obat serangga ini dengan jus jeruk jadilah B***** rasa jeruk (jangan coba cicipiya)…
Berikut ini adalah yang juga seger-segerrr dan hubungannya dengan Triple Kagum :
Dari Majalah ANGKASA Edisi No 1 Oktober 2014/Th. XXV danartikel JKGR tanggal 30 Desember 2014 berjudul “Menengok Rencana Strategis Minimum Essential Force (MEF) TNI AU th 2009-2024”

Disebutkan :
6 Skadron Udara Angkut, 2 Skadron VIP/VVIP, 2 Skadron Udara intai, 4 Skadron Udara Helikopter, 2 Skadron Udara Latih, 2 Skadron Udara UAV
Pada artikel Mengapa Indonesia Membutuhkan Su-35 ada komentar dari Bung SAYARET pada May 14, 2015 at 1:30 pm memberikan gambaran dan saya, Tukang Ngitung, PhD, mengkompilasi dengan keterangan dari majalah ANGKASA, sehingga gambarannya sebagai berikut :
2 Skadron VIP/VVIP
Hanya beberapa pesawat dan helicopter (jumlah tidak signifikan)
6 Skadron Udara Angkut
  • B-Heavy Lift Aircraft – C-17 GLOBEMASTER (BOEING -USA) : (5 units)
B-Medium-Heavy Lift Aircraft – A400M (AIRBUS MILITARY – SPAIN) : (16 units)
  • B-Medium-Heavy Lift Aircraft – C-130J SUPER HERCULES (LOCKHEED MARTIN – USA) : (24 units)
  • B-Medium – Heavy Lift Aircraft – Il-76MD (NATO : CANDID) (ILYUSHIN – RUSIA) : (18 units)
  • B-Medium – Heavy Lift Aircraft – Il-76MD (NATO : CANDID) (ILYUSHIN – RUSIA) : (18 units)
  • A-Medium Lift Aircraft – CN-295 (PT DI – INDONESIA / AIRBUS MILITARY – SPAIN) : (9 units)
E-Medium Lift Aircraft – CN-295 (PT DI – INDONESIA / AIRBUS MILITARY – SPAIN) : (7 units)
  • B-Multirole Tanker Transport (MRTT) Aircraft – A330 (AIRBUS D&S – FRANCE) : (24 units)
2 Skadron Udara intai 
  • B-Airborne Early Warning (AEW) aircraft – SAAB ERIEYE AEW (Platform GULFSTREAM V) (SAAB – SWEDEN) : (16 units)
  • B-Airborne Early Warning and Control (AEW&C) aircraft – C-295 AEW&C (PT DI – INDONESIA / AIRBUS MILITARY – SPAIN) : (18 units)
A-Surveillance Aircraft – CN-235 MPA Strategic Maritime Surveillance Missions (PT DI – INDONESIA) : (1 unit)
4 Skadron Udara Helikopter 
  • A-Full Combat SAR Helicopter – EC-725 COUGAR (PT DI – INDONESIA / EUROCOPTER – FRANCE) : (6 units)
E-Full Combat SAR Helicopter – EC-725 COUGAR (PT DI – INDONESIA / EUROCOPTER – FRANCE) : (10 units)
  • S-Medium Lift / Tactical Transport Helicopter – NAS-332 SUPER PUMA (PT DI – INDONESIA / EUROCOPTER – FRANCE) : (10 units)
A-Medium Lift / Tactical Transport Helicopter – NAS-332 SUPER PUMA (PT DI – INDONESIA / EUROCOPTER – FRANCE) – (2010 – 2014) : (3 units)
  • B-Medium Lift / Tactical Transport Helicopter – NAS-332 SUPER PUMA (PT DI – INDONESIA / EUROCOPTER – FRANCE) (2015) : (18 units)
  • S-Light helicopter – S-300C (SIKORSKY – USA) : (2 units)
S-Light helicopter 1 – EC-120 COLIBRI ( – FRANCE) : (15 units)
S-Light helicopter 2 – EC-120 COLIBRI ( – FRANCE) : (2 units)
2 Skadron Udara Latih
  • A-Trainer Aircraft – GROB G-120TP (GROB – GERMANY) : (24 units)
  • A-Trainer Aircraft – KAI KT-1B WONGBEE (KAI – SOUTH KOREA) (Batch 1) : (12 units) A-Trainer Aircraft – KAI KT-1B WONGBEE (KAI – SOUTH KOREA) (Batch 2) : (5 units) (originally 8 units but 3 unit written-off caused by accident)
2 Skadron Udara UAV
  • A-Unmanned Aerial Vehicle (UAV) – HERON xx (ExxxN) (IAI – ISRAEL) : (4 units)
S-Unmanned Aerial Vehicle (UAV) – SEARCHER MK. II (IAI – ISRAEL) : (4 units)
  • E-Unmanned Aerial Vehicle (UAV) – WULUNG (BPPT / PT DI – INDONESIA) : (8 units)
Dari Majalah ANGKASA Edisi No 1 Oktober 2014/Th. XXV dan artikel JKGR tanggal 30 Desember 2014 berjudul “Menengok Rencana Strategis Minimum Essential Force (MEF) TNI AU th 2009-2024”, juga disebutkan :
10 Lanud Tipe A
12 Lanud Tipe B
14 Lanud Tipe C
8 LanudTipe D
Lanud Tipe A dapat diisi oleh 2 atau 3 skuadron.
Misal 1 skuadron pesawat transport + 1 skuadron VVIP (karena jumlah sedikit) atau 1 skuadron UAV (karena ukuran kecil) + 1 skuadron pesawat tempur.
Atau misal 2 skuadron pesawat latih + 1 skuadron pesawat tempur
Jadi 10 lanud Tipe A dapat memuat 10 skuadron pesawat tempur.
Sedang skuadron helicopter tidak membutuhkan landasan yang panjang. Yang dibutuhkan adalah tanah lapang yang luas jadi bisa ditempatkan di semua tipe lanud.
Sedang Lanud tipe B bisa menampung 1 skuadron pesawat tempur sehingga 12 lanud tipe B dapat menampung 12 skuadron.
Jadi total pesawat tempur yang dapat ditampung di semua lanud tipe A dan lanud tipe B adalah :
10 skuadron di tipe A + 12 skuadron di tipe B = 22 skuadron.
Kita lihat ya :
Sukhoi 180 biji (lihat seri 2) terdiri dari :
144 =24 biji  x 6 skuadron
36 = 18 biji x 2 skuadron
Total   = 180 pesawat  = 8 skuadron
Jadi total sementara 8 skuadron tempur.
Namun pada tahun 2030 F-16A/B MLU dan F-16C/D 52ID berikut cadangannya sejumlah total 40 biji sudah harus diganti dan bagaimana gambarannya untuk tahun 2030 ke atas nanti ?
Lagi-lagi Bung Sayaret memberikan gambaran pada komentarnya pada artikel Mengapa Indonesia Membutuhkan Su-35 pada May 14, 2015 at 1:30 pm
B-Combat Aircraft – JAS-39 GRIPEN C/E (SAAB – SWEDEN) : (36 units) – Option on 64 units more
Maka jika KFX tidak jadi atau terlambat realisasi maka opsi  64 unit Gripen E yang akan dipilih untuk menggantikan 40 F-16 tersebut.
Lihat seri 4, jika dijumlah dan dibagi 16 pespur, 18 pespur,  20 pespur atau 24 pespur per skuadron :
JAS-39 GRIPEN C/E                   sebanyak 36 unit  = 2 skuadron
EF TYPHOON                              sebanyak 48 unit = 2 skuadron
RAFALE sebanyak 48 unit +       16 unit = 64 unit = 2.5 skuadron
F-16E/F Block 70 28 unit + F-16C/D Block 40 12 unit = 40 unit = 2 skuadron
JAS-39 GRIPEN E additional    sebanyak 64 unit = 2.5 skuadron +
Total medium multirole fighter =                     sebanyak 252 unit = 11 skuadron
Total skuadron sementara 8 + 11 = 19 skuadron tempur
Sedang Jika Hawk Mk53 diganti oleh 16 TA-50 Golden Eagle (di Indonesia lebih dikenal sebagai T-50i Golden Eagle) maka Hawk 209 pun juga akan diganti oleh rekannya TA-50 yaitu 24  FA-50 total 40 biji seperti list berikut ini :
A-Advanced Jet Trainer – TA-50/FA-50 GOLDEN EAGLE (KAI – SOUTH KOREA) : (40 units) = 2 skuadron
Total skuadron sementara 19 + 2  = 21 skuadron tempur
Lalu untuk pesawat Counter Insurgency (COIN) terdiri dari:
A-Light Attack Aircraft – A-29 SUPER TUCANO (EMBRAER – BRAZIL) (2011-2012) : (16 units)
S-Trainer / Combat Aircraft – EMB-314 SUPER TUCANO (EMBRAER – BRAZIL) (2012) : (8 units)
Total 16 + 8 = 24 pesawat = 1 skuadron
Total skuadron 21+1 = 22 skuadron
Tepat 22 skuadron tempur adalah target yang akan dicapai sesudah 2030 nanti sehingga kita akan KAGUM, KAGUM, KAGUM (pinjam istilah bung TT hehehe).
Jika Hawk Mk53 digantikan oleh T-50i dan Hawk 209 digantikan oleh FA-50 , nah kalau Hawk 109 mau digantiap aya ? Kok ini ada list lagi dan pakai kode xxxxx – xxxxx.
B-Advanced Jet Trainer – (xxxxx) ( –xxxxx) : (24 units)
Pilih salah satu :
Apakah  yang ini lagi?
B-Advanced Jet Trainer – (KOREA) (T-50I) : (24 units)
image004
Yang ini ?
B-Advanced Jet Trainer – (CHINA) ( –JL-10) : (24 units)
image006
Atau yang ini ?
B-Advanced Jet Trainer – (ITALY) (M-346) : (24 units)
image008
Tapi tolong jangan  yang di bawah ini….
image010
… karena yang ini khusus untukQu ….. he he he …jangan ngiri ya …he he he …
Dari Tukang Ngtung, PhD

JKGR

1 komentar: