Minggu, 09 Agustus 2015

Krisis Peluru, Tentara Belanda Tirukan Bunyi Senapan Saat Berlatih



Para prajurit Angkatan Darat Belanda harus menirukan suara tembakan senapan dalam sebuah latihan karena mereka tak memiliki peluru. Demikian diungkapkan sejumlah media massa negeri itu.


Beberapa waktu belakangan, Angkatan Darat Belanda dilanda krisis persediaan amunisi dan dikhawatirkan latihan yang tak ubahnya permainan anak-anak itu akan menurunkan moral para prajurit.

"Bahkan, tanpa peluru, prajurit harus berlatih menggunakan senjata. Artinya, para prajurit harus menirukan suara senapan," ujar juru bicara serikat kerja militer VBM, Jean Debie, kepada harian De Standaard.

"Kondisi ini sangat buruk untuk moral anggota militer. Sebab, sebagai profesional, mereka tak mau melakukan hal seperti itu," kata Debie.

Sementara itu, Harm de Jonge, seorang purnawirawan berpangkat mayor jenderal, mengatakan, kondisi ini merupakan situasi yang amat serius dan bisa mengakibatkan prajurit kehilangan kepercayaan diri.

Pemerintah Belanda tak menampik adanya krisis persediaan peluru untuk militer negeri itu. Namun, pemerintah mengklaim, kondisi itu tak akan berpengaruh kepada kemampuan para prajurit.

"Tak selalu ada persediaan amunisi yang cukup untuk keperluan latihan. Pemerintah sadar hal seperti ini tak disukai militer. Setelah anggaran cair, persediaan amunisi akan dipenuhi," ujar seorang juru bicara Pemerintah Belanda.

Masalah ini mencuat setelah sebuah surat elektronik rahasia bocor ke stasiun televisi RTL Nieuws. Dalam surat itu terungkap minimnya amunisi, bahkan membuat pasukan khusus diperintahkan untuk tak berlatih menembak.


Sumber : Kompas

1 komentar: