Senin, 03 Agustus 2015

Wapres Kalla Tegaskan Rencana Kerja Sama Industri Alutsista dengan Turki


Pemerintah RI mematangkan rencana kerja sama pengembangan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan Turki.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, kerja sama ini sudah dibicarakan kembali Presiden Joko Widodo dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan kedua belah pihak di Istana, Jumat (31/7/2015).



"Kemarin sudah dibicarakan dengan Pak Jokowi tentang hal itu, tentu bagaimana dan komisi perdagangan kita sudah bicarakan, nanti kita akan realisasi joint industry," kata Kalla usai bertemu dengan Erdogan di Hotel Ritz Carlton, Sabtu (1/8/2015).

Terkait kerja sama ini, Pemerintah menunjuk PT Pindad sebagai pelaksananya. Mengenai komitmen investasi Turki dalam kerja sama pengembangan industri alutsista ini, Kalla menyampaikan bahwa hal itu belum dibicarakan.

"Ya tentu harus dibicarakan dua-duanya joint venture, belum, nanti," ujar Kalla.

Seusai pertemuan dengan Erdogan, Jumat, Jokowi menyampaikan bahwa salah satu isu yang dibahas dalam pertemuannya berkaitan dengan pemberantasan terorisme, termasuk Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

Dari pertemuan itu, Jokowi menyatakan bahwa kedua negara siap meningkatkan kerja sama di bidang intelijen. Jokowi mengungkapkan, kerja sama intelijen ditujukan agar aparat kedua negara bisa saling berbagi informasi. Dia pun berencana untuk menempatkan aparat intelijen Indonesia di Turki.

Sebelumnya, PT Pindad, BUMN produsen alat-alat militer dan komersial menggandeng sejumlah negara dalam mengembangkan alutsista. Dengan FNSS Turki, Pindad akan mengembangkan pembuatan tank kelas sedang.

FNSS Defense Systems Turki merupakan perusahaan sistem tempur darat terkemuka di Turki, yang akan memberikan pelatihan kerja untuk BUMN PT Pindad Indonesia untuk desain dan produksi tank medium.

Prototipe pertama akan diproduksi di Turki dengan partisipasi insinyur PT Pindand dan prototipe kedua akan diproduksi di Indonesia oleh PT Pindad.


Sumber : Kompas

1 komentar: