Minggu, 20 September 2015

Kekuatan Militer RI Rangking 12 Dunia, Eks Kasum TNI: Tidak Benar dan Tak Bisa Dipercaya


Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo tidak percaya Indonesia menempati urutan ke-12 sebagai negara dengan militer terkuat di dunia berdasarkan laman Global Fire Power (GFP).
 
Posisi Indonesia berdasarkan survei tersebut tepat berada di bawah Israel dan di atas Australia.
"Penilaian tersebut jelas enggak benar atau tidak reliable alias tidak bisa dipercaya," kata Suryo dalam pernyataannya, JUmat(18/9/2015).
Suryo mengatakan banyak variabel yang harus dinilai untuk mengukur kekuatan militer sebuah negara.
Apalagi katanya yang dilihat cuma jumlah senjatanya seperti yang dilakukan GFP. "Misalnya 10 pesawat Sukhoi lawan 1 pesawat F35, ya Sukhoinya kalah. Atau 50 roket RM70 Grad lawan 1 roket Himmars atau roket Astros, ya kalah," kata Suryo.
Sepanjang TNI menggunakan senjata, pesawat dan kapal buatan asing, TNI menurut Suryo belum bisa dinilai kuat.

 "Kalau BBM hanya mampu mendukung pesawat tempur dan kapal perang RI untuk berperang cuma 2 minggu, TNI belum bisa dinilai kekuatannya," kata mantan Wakasad ini.

Suryo mengingatkan rakyat, pemerintah dan TNI agar tidak terbuai dan lalai dengan berbagai penilaian tersebut.

Penilaian tersebut lanjutnya harus dibaca sebagai motif. Sebelumnya disebut Kopassus rangking 3 pasukan elit dunia. Kemudian katanya dalam talk show di TV ABC Amerika tahun 2014, Jenderal Tommy Frank, Peter Pace dan Mike Jakson mengatakan tentara Vietnam belajar bertempur dari TNI.

Sekarang Global Fire Power (GFP) menilai kekuatan TNI nomor 12 di atas Australia dan ASEAN.

"Tiap tahun selalu ada pujian dan penilaian untuk TNI. Kita perlu waspada maksud dibalik pemberitaan itu," katanya.

Dijelaskannya, kekuatan TNI bukan saja diukur dari persenjataannya tapi harus didukung oleh kemandirian negara dalam industri pertahanan dan kemandirian energi.
"Dan yang terpenting TNI didukung oleh seluruh rakyar lndonesia", tutupnya.

Sumber : Tribun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar