Senin, 07 September 2015

Menjajaki Sistem Rudal Jarak Menengah China

 fk-3-missile-china
Untuk urusan peluru kendali, selain rudal anti kapal permukaan C-705, Indonesia juga terlibat penjajakan kerjasama dengan China, terhadap berbagai jenis rudal lainnya.
Pada tahun 2011, pihak TNI AU telah melihat langsung ujicoba penembakan sistem rudal anti pertahanan udara LY-80, yang dilakukan oleh ALIT, China.
Rudal ini merupakan air defence system jarak menengah yang dilengkapi sejumlah teknologi canggih seperti: intermittent illumination semi-active radar homing guidance, phased array radar, vertical cold launch, dan sebagainya. ALIT China berharap Indonesia mau membeli sistem rudal tersebut.

LY80 MR-SAM. HQ16's export varients
LY80 MR-SAM. HQ16’s export varients
ALIT China juga menawarkan Long Range Multiple Launch Rocket System (MLRS), termasuk kerjasama teknologinya.
China juga menawarkan Middle-High Altitude Medium-Long Range Air Defence System KS-1A/C yang memiliki jangkauan 60-70 km yang dipromokan oleh CPMIEC China pada TNI AU pada tahun 2010, dengan melihat langsung uji tembak di China.
KS-1 Missile
KS-1 Missile
China juga telah mempresentasikan update dari FK-3 Air Defence System, yang merupakan versi upgrade dari rudal KS-1A/C yang memiliki jangkauan 100 km. Presentasi kepada TNI AU telah dilakukan tahun 2013.
FK-3 L/R range missile. This new varient has the aerodynamic layout similar to combination of FD2000 and KS-1...Semi-Active plus Commad Guide...Max operation range 100KM (against aerodymamic targets)
FK-3 L/R range missile. This new varient has the aerodynamic layout similar to combination of FD2000 and KS-1…Semi-Active plus Commad Guide…Max operation range 100KM (against aerodymamic targets)
fk-3-2
CPMIEC juga sempat mengundang Kepala Staf TNI AU pada April 2015, untuk mendiskusikan air defence missile weapon system FK-3. Pada bulan Juni 2015, delegasi TNI AU melihat langsung uji tembak FK-3 di Gurun Gobi, China dan menunjukkan evaluasi teknis yang memuaskan.

JKGR

1 komentar: