Jumat, 27 September 2013

Malaysia Dapat Tawaran Super Hornet Baru



Advanced Super Hornet
Advanced Super Hornet
KUALA LUMPUR-(IDB) : Malaysia mendapat tawaran pesawat tempur Advanced Super Hornet untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udaranya termasuk perangkat retrofittable-nya, 50% peningkatan kemampuan untuk menghindari deteksi radar, mesin yang lebih powerfull dan tambahan daya jangkau hingga 260 mil laut.






Penawaran ini disampaikan oleh Mike Gibbons, Wakil Presiden Boeing untuk Program F/A-18 & EA-18, kepada Angkatan Udara Malaysia dan pejabat Kementerian Pertahanan Malaysia saat kunjungannya ke Malaysia baru-baru ini.

Gibbons mengatakan tambahan daya jangkau Super Hornet tersebut bisa terjadi karena tanki bahan bakar konformal yang memberikan keunggulan untuk dapat terbang lebih cepat ketimbang menggunakan tanki eksternal (dampaknya daya jangkau bertambah), sekaligus membuatnya lebih tangguh menghadapi pesawat musuh dan ancaman lainnya.
Penawaran Boeing kepada Malaysia ini juga termasuk fitur-fitur canggih lainnya seperti upgrade sistem peperangan elektronik, integrated counter-measure system dan pod senjata tertutup. Fitur-fitur unggulan Super Hornet baru ini telah banyak menarik minat pengguna-pengguna Super Hornet di dunia, antara lain Angkatan Udara Australia dan Angkatan Laut Amerika Serikat sendiri.

Gibbons mengatakan bahwa harga "plus" untuk pesawat tempur Advanced Super Hornet yang ditawarkan ini bukan berarti mengikat, karena Malaysia tetap bisa membeli Super Hornet Blok II standar dan kemudian baru memutuskan untuk meng-upgrade-nya dengan paket yang ditawarkan ini atau tidak.

Paket untuk meningkatkan kemampuan Super Hornet ini sudah diaplikasikan pada Super Hornet yang baru (Advanced Super Hornet) namun tetap bisa diaplikasikan pada Super Hornet Blok II. 


Boeing menilai Angkatan Udara Malaysia memiliki cukup persyaratan untuk mengakusisi 18 Super Hornet untuk menggantikan MiG-29 serta untuk akuisisi 3 unit pesawat peringatan dini.

Gibbons mengatakan biaya tambahan untuk paket lengkap atau apa yang disebut-sebut sebagai teknologi evolusioner untuk pesawat tempur Super Hornet tersebut adalah sekitar 10 persen dari harga pesawatnya. Namun kembali lagi Gibbons menekankan bahwa ini semua tergantung keinginan pelanggan.

"Kami, Tim Industri Hornet, yang terdiri dari Boeing dan mitra kami Northrop Grumman, dan Raytheon GE Aviation, terus berinovasi untuk menjadikan pesawat tempur melampaui keinginan pelanggan," katanya kepada media.

Boeing besar karena banyak pengalaman, Gibbons berkata: "Pelanggan tahu apa yang sudah kami lakukan, teknologi kami matang dan mereka menginginkan kecanggihan."

Boeing dan Tim Industri Hornet terus berinvestasi dan bereksperimen untuk melahirkan teknologi generasi baru, jadi pelanggan tahu apa yang mereka butuhkan dan kapan mereka membutuhkannya, yang menjadikan pelangan bisa memperolehnya dengan biaya yang hemat, ungkap Gibbons.

Peningkatan kemampuan Super Hornet ini diklaim akan bisa mengeliminasi pesawat dan pertahanan musuh setidaknya hingga tahun 2030 mendatang, terutama ketika musuh mencoba menghalang-halangi akses ke wilayah tertentu, seperti di langit perairan internasional di dekat asetnya.

Sayangnya fitur Advanced Super Hornet ini baru akan tersedia untuk pelanggan pada tahun 2018 nanti dan Gibbons mengatakan bahwa paket upgrade ini sudah sangat diminati di pasar pesawat tempur internasional.

Tambahan fitur canggih untuk Super Hornet juga termasuk peningkatan survivabilitas, internal infra-red search and track (IRST), upgrade radar, peningkatan performa mesin yang menghasilkan daya dorong 20% lebih besar dari mesin sebelumnya, dan kokpit generasi terbaru.

Prototipe Advanced Super Hornet ini sendiri baru terbang pertama kali pada 5 Agustus 2013 dari pabrik Boeing di St Louis, Amerika Serikat.



Sumber : Artileri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar