Rabu, 29 Oktober 2014

Cerita Dibalik Terbakarnya KRI Klewang Jilid 1


KRI Klewang yang terbakar dibangun lagi dengan penawasan khusus

KRI Klewang merupakan kapal perang TNI AL dari tipe Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran (tiga lunas) yang merupakan proyek rahasia hasil kerjasama pemerintah Indonesia-Swedia yang dalam hal ini digarap PT Lundin yang berkedudukan di Banyuwangi. Karena tingkat kerahasiannya ini maka tidak banyak informasi yang beredar di media hingga masyarakat, terlebih proyek ini merupakan hasil rekayasa dari putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang di dukung BUMN strategis seperti PT DI, PT PAL, PT LEN, dll.



Kapal ini dibuat oleh PT Lundin Industry Invest (Indonesia’s North Sea Boats) hasil kerjasama desain dengan LOMOcean Design Ltd New Zealand dan yang menarik PT Lundin mengaku belum pernah terjadi sebelumnya bahwa penggunaan carbon foam sandwich dalam skala sebesar ini digunakan diluar Skandinavia. Sejumlah besar material disupplai oleh Gurit-melalui divisi marine di New Zealand (SP – High Modulus)-sementara beberapa bahan mentah dari Gurit berasal dari China dan material karbonnya berasal dari beberapa negara.

Kapal Trimaran KRI Klewang yang terbakar dibangun lagi

Kapal ini merupakan kapal stealth (siluman) karena tidak (atau belum) dapat terdeteksi radar karena menggunakan bahan komposit serat karbon (bukan metal). Struktur komposit serat karbon (CRFP) lebih ringan dari metal namun diklaim 20x lebih kuat daripada baja.

Kapal ini diklaim sebagai satu-satunya kapal trimaran yang berbahan serat karbon (punya AS berbahan baja USS Sea Shadow) dan kapal ini juga disebut oleh media barat sebagai kapal canggih yang diproduksi oleh negara berkembang.

"Saat kapal ini bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi, tiba-tiba muncullah percikan api dan membakar kapal ini serta menenggelamkannya beberapa jam kemudian. Insiden ini terjadi pada tanggal 28 September 2012 di sore hari. Peristiwa ini membuat miris para anggota TNI AL karena terjadi ketika kapal belum genap 1 bulan diresmikan. Insiden ini terjadi pada tahap uji coba akhir sebelum diserahterimakan ke TNI AL selaku operator".


Namun bila kita jeli meneliti lebih seksama ada beberapa kejanggalan baik dari rangkaian peristiwa dan fakta dilapangan , yakni :

1. Kri Klewang Yang Terbakar ukurannya lebih kecil yakni 50m dibandingkan aslinya 63m
2. Pemerintah tenang-tenang saja dengan kebakaran itu.
3. Tidak ditemukan sisa-sisa material kapal
4. Tim investigasi tidak pernah datang ke TKP.
5. Kapal ini dibawa keliling indonesia sebelumnya.

Karena KRI Klewang terbuat dari fiberglass / carbo composite tak mungkin terbakarnya asap mengebul. "CARBON COMPOSIT JIKA TERBAKAR APINYA WARNA KUNING"dan jarang ada asap nya walaupun begitu carbo dapat rentan terbakar hanya saja dalam waktu yang cukup "LAMA" dan sekali lagi carbon kalau terbakar apinya kuning

Yang saya amati dari kebakarannya, saya cuma bisa bilang carbon fiber tidak terbakar seperti itu, karna sifat carbon fiber adalah api tidak bisa (atau lebih tepatnya tidak mudah) untuk menembus carbon fiber hingga api tersebut menyembur dengan tekanan 245 Mpa (sebagai info: api dengan tekanan 245 Mpa itu seperti semburan api pada oven tembakau dengan kekuatan sekitar 4,5x lebih kuat dari normalnya) karna itu carbon fiber digunakan dalam industri aviation (yang berkontak langsung dengan temperatur udara mencapai 235 derajat C) dan untuk bahan pelapis anti panas (biasanya ada pada pelapis gagang teflon)

Yang menjadi tanda tanya adalah kenapa hanya dengan percikan api saja klewang bisa terbakar hebat padahal dalam kelistrikan carbon fiber banyak digunakan pada kontak tegangan tinggi di PLN yang notabenenya selalu memercikkan bunga api, dan seperti kita ketahui klewang terbelah dua hingga mencair saat terbakar, ini malah lebih tidak masuk akal lagi karena carbon sememangnya tidaklah mencair, karna ia bukan senyawa atau unsur pencetak, dalam ilmu teknik, carbon jika terbakar akan kembali menjadi carbon karna ia merupakan senyawa tunggal. dan menurut penglihatan saya api yang ditimbulkan oleh bakaran carbon tidaklah merah seperti itu, itu seperti resin yang terbakar, api dari carbon yang terbakar berwarna kuning dan sedikit pudar pada pangkalnya .

Jadi kesimpulannya ada sesuatu yang aneh dengan terbakarnya klewang.

Seperti halnya pengadaan KS, masyarakat Indonesia oleh pemerintah Indonesia dibuat bingung, pusing dan jauh dari harapan yg dikira. Ini rahasia militer tidak akan diumbar sembarangan. Saya tahu ini ada kaitannnya dg taktik strategi militer Indonesia bagi para tetangga utara dan selatan.

Dan lagi :

1. untuk kapal sekelas KCR, tonasenya hanya 250 ton, terlalu ringan untuk kapal sekelas KCR, idealnya kapal yang bertonase 250 ton adalah kapal MTB (Missile Torpedo Boat) macam KRI Macan Tutul yang di pakai Laks. Yos Sudarso pada pertempuran laut aru..

2. Harga 110 miliar rupiah sudah termasuk RnD, harga yang keterlaluan murahnya untuk membangun sebuah KCR Canggih termasuk riset dan pengembangannya...

3. Tidak semua berita baik media kabar/elektronik menyiarkan beritanya, kalaupun ada yang menyiarkan, itupun menyiarkan dengan setengah hati, asal2an, tidak komplet, simpang siur, bodrex lah pokoknya..

4. waktu kapal terbelah jadi 2, sangat terlihat jelas bahwa TIDAK ADA isi yang berarti dalam bagian kapal alias KOSONGAN, bahkan mesin pun tidak nampak, padahal mesin & propulsi KRI Klewang DITARGETKAN berteknologi "Caterpillar" (Magneto-Hydrodynamic propulsion) yang merupakan terknologi propulsi paling senyap di didunia, idealnya propulsi tersebut di pakai untuk propulsi kapal selam modern.. dan mesin tersebut sangatlah kompleks dan rumit meski ukurannya tidak sebesar mesin konvensional, sangat tidak wajar kalau tidak terlihat dan ikut meleleh saat terbakar..

Terkadang dalam dunia "persilatan" beberapa teknik "mempertahankan dri" tidak di ungkap semuanya, coba saja contoh : berapa tahun peristiwa TRIKORA telah berlalu namun baru beberapa tahun ini kita tahu bahwa Indonesia memiliki 24 whiskey class pada saat peristiwa tersebut berlangsung...

strategi militer TNI "kamuflase, biarkan lawan lengah, lawan kira kita lemah tetapi bila masuk perangkap totally war. Kita sekarang ibarat punya uang lebih setelah semua anggaran buat kesejahteraan tercukupi. Uang lebih ini telah dibelanjakan alutsista besar2an.

Klewang memang Kapal Siluman versi Indonesia yang telah memperkuat jajaran TNI AL yang bermarkas di salah satu teluk di wilayah nusantara ini berkumpul dengan saudara-saudaranya dari utara yang menyelam dibawahnya. Klewang 63 M merupakan varian pertama dan telah memasuki layanan sejak 2012 lalu yang telah dikembangkan lagi dengan panjang 92 M untuk menghadapi Zumwalt dari Amerika Serikat, dengan bahan yang berbeda dari pendahulunya.



TNI AL sudah menjadi poros maritim jauh sebelum didengung-dengungkan selama ini, percaya atau tidak itulah TNI khususnya TNI AL dengan segala taktik dan strateginya menuju Blue Water Navy. Salam NKRI.




Sumber: MiliterNKRI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar