Jumat, 03 Oktober 2014

Kenangan Pengadaan Alutsista (Hoax Corner)



 
image
Panglima TNI Jenderal Moeldoko ingin menambah pesawat tempur untuk Angkatan Udara dana salah satu pesawat tempur yang diincar adalah Sukhoi SU-35. “Tapi ini baru tahap diskusi, kalau maunya Panglima sih iya,” ujar Jenderal Moeldoko, sambil tersenyum kepada wartawan di Lapangan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta, 6 Januari 2014.

Tahun ini, TNI Angkatan Udara bakal menerima belasan pesawat baru dan bekas berbagai jenis. “Ada pesawat tempur jet, pesawat tempur baling-baling, dan pesawat angkut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Januari 2014.
Bagaimana dengan rencana pembelian pengganti pesawat F-5 ?
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tidak akan mengeluarkan anggaran di tahun 2014 untuk membeli sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista). Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, kemungkinan Kemenhan akan melakukan pengadaan alutsista pada rencana strategis (renstra) 2015-2019.
Dalam rencana strategis tahun 2010-2014 dinyatakan, pada 2014 ini adalah periode menerima alutsista yang telah dibelanjakan Kemenhan atau delivery. Sejauh ini Kemenhan telah belanja alutsista, yakni pada 2010 dan 2011, hal tersebut dianggapnya sudah selesai.
Beliau menambahkan, seluruh transaksi belanja alutsista juga sudah selesai, sehingga kenaikan nilai dollar Amerika Serikat (AS) tidak lagi menjadi masalah. “Kenaikan dollar itu terjadi setelah kami membayarkan transaksi dengan rupiah murni pendamping dan masa krusial itu sudah dilewati,” ujar Sjafrie di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/1/2014).
image
Analisanya
Kapal selam kilo dan jet tempur SU 35 adalah ikut program renstra 2010-2014 dan masuk dana ontop. Berarti dana ontop terakhir dihabiskan untuk beli kilo dan SU-35.

Desember kemarin tanda tangannya (deal), Januari dan Februari tinggal memilih barangnya. Kalau yang baru berarti mengambil jatahnya Rusia dulu, karena faktor emergency pilihan lainny adalah yang bekas dan tinggal diretrofit. Yang sudah beredar di sini, ya biarkan beredar.
Budget kita dengan Rusia state credit masih tersisa 700 juta dolar dan akan ditambah satu juta dolar dan ditambah dana ontop kira kira dapat berapa kapal selam bekas dan baru kalau SU-35 nya diambil 1 skadron alias 16 unit. Yup, 1 milyar dolar. Rusia kalau memberi utang, bersikap serius, demikian juga saat menagih dan pembayaran tidak pernah main main, maka dari itu saat Ore Baru kita ditagih beneran tentang pengadaan alutsista jaman Orde Lama untuk Trikora.
Kalau dinyatakan untuk menggantikan jet tempur F 5, ya mestinya di IWJ Madiun atau membuat skadron baru skadron 18 ditaruh di mana ya enaknya ?. Indonesia timur-lah potensi ancaman dari selatan.
image
Pembelian alutsista memakai dana MEF tahap I atau ontop di tahun 2014 sudah tidak dilakukan lagi. Dana MEF sudah dihabiskan dalam deal deal pembelian 2010 sampai dengan 2013.
Itu berarti alutsista yang diincar dan sudah diproyeksikan, ya sudah pada tanda tangan dong :D

Adapun dana yang memakai APBN setiap tahunnya, untuk pembelian alutsista seperti yang pernah direlease List rencana anggara pembiayaan alutsista apa saja yang dibeli dan dianggarkan dalam APBN 2014.
Nah setelah itu renstra MEF tahap dua dengan dana yang telah dianggarkan, digunakan untuk memulai pembelian alutsista MEF II di tahun 2015 dengan pemerintahan baru dan kebijakan baru, entah mau dari blok barat atau timur atau tetep berimbang. Pesawat tempur mana yang mau diambil sebagai pengganti F 5 akan diumumkan di media.
Pihak Australia sangat tidak percaya dengan release resmi alutsista yang diumumkan. Mereka menebak kita sudah punya kilo dan SU-35 yang sudah seliweran. Kita dengan pemerintah Rusia dan Jerman, punya perjanjian informasi mana yang harus ditutup dan informasi yang boleh dibuka.
image
Sekedar contoh mereka sangat melototi artikel dari Rusia seperti di bawah ini:
APA KABAR pembelian SU 35 ?
http://en.ria.ru/military_news/20140108/186339265/Indonesia-Considers-Purchasing-Russian-Su-35-Jets.html
Di situ tertulis: The Southeast Asian country is also considering buying several Kilo-class diesel-electric submarines from Russia.
Ini negara Asia Tenggara yang mana ?.
APA KHABAR Steregushchy / Tiger class ?.
Ternyata Steregushchy class adalah harapan lama. Sejak tahun 2007 sudah dilakukan agreement in principle (pending a full contract). Rusia dan Indonesia menandatangani perjanjian konstruksi corvette.

14:20 29/06/2007
ST. PETERSBURG (RIA Novosti) Rosoboronexport mengatakan pihaknya telah menandatangani perjanjian kontrak untuk desain dan konstruksi korvet untuk angkatan laut Indonesia. Perjanjian tersebut membuka kerjasama lebih lanjut terhadap desain dan konstruksi korvet dengan model berbasis Proyek 20.382 Steregushchy Rusia, untuk Angkatan Laut Indonesia, demikian menurut Rosoboronexport dalam sebuah pernyataan dipameran angkatan laut di St Petersburg.

Kedua pihak sepakat untuk menandatangani kontrak resmi pada pembangunan korvet dalam waktu dekat. Sumber anonim di Angkatan Laut Indonesia mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pembangunan korvet pertama bisa mendorong kerjasama pengembangan program bersama Rusia – Indonesia untuk pembangunan kapal jenis ini.
”Indonesia akan membuat keputusan akhir tentang masalah ini di masa depan,” kata sumber itu.
Russia, Indonesia sign corvette construction agreement.
Tiger class (versi ekspor) dari steregushchy dipending terakhir karena Rusia tidak bersedia berbagi dengan Spantol berkaitan dengan kepekaan masalah teknologi dan uang.
Indonesia saat itu ingin CMS nya memakai Thales biar bisa terintegrasi dengan corvette sigma, di mana galangan Spanyol yang akan menginstal CMS nya.
Tiger class bisa saja suatu saat dihidupkan kontraknya. Maksud ya ya steregushcy ini. Perkembangan teknologi dan politik bisa saja mewujudkannya.
image
Banyak yang mengira gagalnya kontrak tersebut karena pergantian KSAL. Kalau memang Rusia tidak mau berbagi uang dengan Spanyol,kenapa pembangunan hull tetap di Spanyol ?. Kenapa seluruhnya tidak dikerjakan di Rusia ?.
Kalau kontraknya dihidupkan kembali berarti Rusia sudah mngijinkan Indonesia memakai Thales. Hal ini, bila Indonesia sudah siap /mempunyai teknologi yang bisa mengintegrasikan semua CMS dan avionik, baik dari blok barat dan dari blok timur (Teknologi ini yang terus kita kejar). Atau Steregushchy akan dikelompokkan dan diintegrasikan dengan alutsista dari blok Rusia lainnya dan bisa ditempatkan di Kogabwilhan Timur.
Di manakah sekarang dikau Steregushchy aka Tiger class ?.
Masih BANYAK dan apa Kabar yang lain ?. DEAL Rafael, Bremen Class, Deal SU-34 dan lain lain.
MEF adalah program nyata dari Presiden SBY dan kami bangga dengan hasil pencapaiannya. Semoga langsung dilanjutkan oleh Pak Jokowi agar TNI makin kuat. Amin.
* Rangkuman diskusi di Warjag by Satrio dan Warjager

JKGR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar