Sabtu, 25 Juli 2015

Bagaimana Menurut Anda : Ayo Mari Kita Berhitung .... !!!

kapal tni
Seri 1 : Amphibious Forces
Dari artikel JKGR tanggal 27 Jan 2015 berjudul “ Menhan Usulkan Tambahan Dana Rp 5,1 Triliun”      yang merupakan kutipan dari artikel di kabar24.com, saya Tukang Ngitung PhD., senang mengutip ada kalimat :

“Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI Ediwan Prabowo, Sekretaris Jenderal Kemhan pernah menjelaskan, dalam pemenuhan belanja alutsista itu mengacu pada MEF, alutsista Indonesia baru mencapai 38% dari yang ditargetkan MEF. Adapun MEF 40% dari ideal.”

Kata kunci adalah 38% dari MEF. Dan MEF adalah 40% dari Ideal.
MEf 100 % = 40% ideal
Sekarang baru 38% jadi untuk mencapai MEF 100% berarti tinggal 62% lagi ( 100 – 38 = 62 )
62% dari 40% ideal adalah = 0.62 x 0.4 = 0.248 ideal = 24,8% ideal
Jadi 62% MEF adalah 24,8% ideal.
Untuk sampai ke 100% ideal adalah setidaknya butuh 4×24,8% = 0.992 = 99,2% ideal
Sedang MEF sekarang baru 38% x 40% ideal = 0.38 x 0.4 = 0.152 = 15,2 % ideal.
Lho kok lebih dari 100% ? Betul. 99,2% + 15,2% = 114,4 berarti lebih dari ideal.
Apa kaitannya dengan judul Amphibious Forces di atas ?
Coba lihat foto Banda Aceh Class dan Makassar Class berikut ini :
image001
KRI Banda Aceh dapat memuat 3 helikopter di dek dan 2 helikopter di hanggar. Total 5 helikopter. Ada 2 kapal dengan kelas yang sama jadi dapat memuat 5 helikopter x 2 kapal = 10 helikopter. image002
KRI Makassar dapat memuat 2 helikopter di dek dan 1 helikopter di hanggar. Total 3 helikopter. Ada 2 kapal dengan kelas yang sama jadi dapat memuat 3 helikopter x 2 kapal = 6 helikopter.
Jadi 4 buah LPD tersebut jumlah muatan helikopternya adalah 10 + 6 = 16 helikopter.
Bayangkan jika 38% MEF ini adalah jumlah 4 LPD yang bisa muat total 16 helikopter. Bagaimana dengan yang 62% untuk sampai ke MEF 100% ?
Dihitung dari jumlah helikopternya 16 biji / 38 x 62 = 26.1 dibulatkan menjadi 26 helikopter à MEF 62% butuh kapal pengangkut yang mampu mengangkut paling tidak 26 helikopter kelas ringan. Jadi Kapal dari kelas manakah yang bisa ?

La Belle Sauvage  – Si Cantik yang Liar – Mistral


Entered service 2006
Crew 1060 men
Sea endurance 20 000 km at 15 knots
Dimensions and displacement
Length 199 m
Beam 32 m
Draught 6.3 m
Displacement, standard 16 500 tons
Displacement, full load 21 300 tons
Propulsion and speed
Speed 19 knots
Diesel generators 3 x 16V32 and 1 x 18V200 Wartsila, developing 20.8 MW
Electric motors 2 x 7MW
Cargo
Troops 450 – 900 men
Vehicles 40 x Leclerc MBTs
Cargo ?
Landing craft
Landing craft 4 x LCM or 2 x LCAC
Airwing
Helicopters 16 medium or 35 light
Armament
Missiles 2 x Simbad launchers for Mistral surface-to-air
Artillery 2 x 30-mm Breda-Mauser CIWS.
Di atas ini adalah tabel dari Military Today.
Terlihat dari tabel bahwa Kelas Mistral sanggup untuk memuat helicopter 16 biji dari kelas medium atau 35 buah helicopter kelas ringan.
Jadi Kapal dari kelas Mistral adalah jawaban untuk kekurangan kapal yang dapat memuat helicopter dalam jumlah besar untuk dapat memenuhi target MEF.
Diperlukan hanya satu buah kapal kelas Mistral saja   untuk dapat memenuhi 62% MEF.
Ingatlah bahwa 62% dari 40% ideal adalah = 0.62 x 0.4 = 0.248 ideal = 24,8% ideal
Jadi satu kapal Mistral adalah sama nilainya dengan 24.8% kekuatan ideal.
Jadi untuk dapat memenuhi kekuatan ideal diperlukan 4 kapal kelas Mistral sesuai dengan perhitungan di atas.
Perhatikan komentar Bung ARTHAS79  dari artikel AS Mulai Kehilangan Superioritas Udara
yang terbit bulan Mei lalu di JKGR :
B-Landing Helicopter Dok (LHD) – MISTRAL Class (– FRANCE) : (4 units) (TO BE DELIVERED)
(3 units made by PT PAL – INDONESIA and partners in Indonesia)

image003
Perhatikan pula artikel Bung Narayana , kutipannya seperti ini :
5 Mistral class LHD 4 1-2015, 1-2016, 2-2017 3 unit akan dibuat oleh PAL.
Coba lihat 1 – 2015 artinya satu Mistral akan datang di 2015 apa mungkin yang di bawah ini ya ?
image004
Ah, nggak mungkin, mana helikopternya ?
Helikopter ? Tuh di Pangkalan Helikopter. Masa di rumah saya ?
Kurang banyak untuk diangkut oleh Mistral !
Kurang banyak ? Tunggu aja datangnya nanti. Atau situ mau beliin satu biji aja ? Hehehehe, gitu aja repot.


Indonesian Air Force (TNI AU) Sukhoi Su-27 Flanker aircraft flies into Darwin to participate in Exercise Pitch Black 2012.   Mid Caption Exercise Pitch Black is a major multi-national biennial exercise hosted by the Royal Australian Air Force, involving Offensive Counter Air and Offensive Air Support missions being flown at training ranges across the Northern Territory. Exercise Pitch Black 12 will be held from 27 July to 17 August 2012, and involve 2200 personnel and up to 94 aircraft from Australia, Indonesia, Singapore, Thailand, New Zealand and the United States.
AYO MARI KITA BERHITUNG ! Seri 2 : MISTERI SUKHOI
Dari Tribunnews Surya Online tertanggal Selasa, 28 September 2010 07:15 ada berita berjudul “Indonesia Targetkan Beli 180 Sukhoi” yang mengutip pernyataan Menhan saat itu yaitu Bapak Poernomo.
Selain itu dari Aviation Week & Space Technology tanggal Jan 23, 2012 berjudul “Contracts Continue For Military Aircraft Engine Programs”. Tertulis :
NPO Saturn’s military engine division produces the AL-31 and AL-55 for military trainers and fighters. Saturn’s biggest customer is Sukhoi, whose Su-27 series fighters will account for 789 engines produced over the next 10 years. The AL-31F powers the Su-27, Su-30, Su-33 and Su-34, while the newer thrust-vectoring 117S powers the Su-35. Sales of the Su-27 series have been strong, with India buying 272 Su-30s. Indonesia has voiced interest in the acquisition of 180 Sukhoi fighters by 2024. Algeria and Vietnam have also purchased the Su-30, with deliveries pending, while Venezuela has shown interest in the Su-35.
Ada kutipan. Indonesia has voiced interest in the acquisition of 180 Sukhoi fighters by 2024, artinya Indonesia sudah menyatakan minatnya untuk memiliki 180 Sukhoi sampai dengan tahun 2024. Jadi dari tahun 2010 sudah ada rencana untuk menambah armada pesawat tempur Sukhoi secara bertahap tahun demi tahun sehingga akan sampai jumlahnya menjadi 180 pesawat tempur Sukhoi pada tahun 2024.
Nah, saya, Tukang Ngitung PhD., ingin mencoba mencocokkan apakah pernyataan di atas benar ataukah Pak Poernomo mabuk kecubung hehehe.
Saya mengumpulkan data, berita, clue, komentar, dan seperti seorang hakim di Pengadilan akan menjalankan asas PRADUGA TAK BERSALAH.
TAK BERSALAH = BENAR.
PRADUGA TAK BERSALAH = PRADUGA BENAR.
Jadi saya menganggap semua clue, data, komentar seolah-olah sebagai hal yang benar, baik yang pesimis maupun yang optimis. Faktor Optimis adalah Faktor Penambah. Dan Faktor Pesimis adalah Faktor Pengurang.
Faktor Penambah
Misalnya pada bulan Mei 2015 pada artikel Mengapa Indonesia Membutuhkan Su-35 ada komentar dari Bung SAYARET pada May 14, 2015 at 1:30 pm sebagai berikut :

E-Combat Aircraft – SU-35SI SUPER FLANKER (ROSOBORONEXPORT (SUKHOI) – RUSIA) : (74 units) (SOME DELIVERED) (including Full ToT of AAM, EW sistem, AESA radar, IRST).
B-Combat Aircraft – SU-34 FULLBACK (ROSOBORONEXPORT (SUKHOI) – RUSIA) : (66 units) (SOME DELIVERED) (including upgrade package on EW, radar, ASW sensors, and long range “tactical missiles”).
A-Combat Aircraft – SU-27SMK / SU-30MK2 FLANKER (ROSOBORONEXPORT (SUKHOI) – RUSIA) : (xx units) (ALL DELIVERED)
Dari komentar di atas tercantum:
Su-35SI direncanakan 74 unit.
Su-34 direncanakan 66 unit.
74 + 66 = 140 Jadi Total sementara 140 unit.
Lalu berikutnya ada SU-27SMK / SU-30MK2 …. (xx units), kita akan mencari berapa kira-kira angka yang disembunyikan oleh xx tersebut.

Dari apa yang sudah kita ketahui bersama bahwa ada campuran Sukhoi Su27 varian dan Su30 varian yang membentuk 1 skuadron dengan jumlah genap 16 unit.
Lalu masih ingatkah Anda tentang List dari Aviationweek yang saya munculkan di artikel Proyeksi Militer Indonesia 2009 – 2003 tanggal 25 Juni 2015 di JKGR ? Supaya ingat, list ini saya tampilkan lagi.
image003Ada tertulis Su30 Flanker jumlah total yang akan diakuisi lagi adalah 28 pesawat. Mari kita jumlahkan yang 16 Sukhoi campuran tadi dengan angka 28 pesawat seperti yang terdapat di daftar di atas.
16 + 28 = 44
Jika xx adalah 44 maka
74 + 66 + 44 = 184 pesawat Sukhoi

Lho, katanya 180 Sukhoi ? Ini kok 184 ? Nggak cocok tuh ! Dasar halusinasi, mabuk kecubung, tukang ngelem aibon !!!
Tenang, kan masih ada faktor pengurang.

Faktor Pengurang
Gripen-Indonesia says:
January 28, 2015 at 8:03 am
Apa yang dituliskan @bangjo ada benarnya.
Saya sudah menanyakan berulang-kali di formil2, tapi tidak ada jawaban yang pasti.
Dimanakan TS-2701, -2702, -3001, dan -3002?

Keempat Sukhoi dari batch pertama.
Foto terakhir mereka (yg saya dapat) hanya dari tahun 2008, setelah itu, mereka tidak pernah muncul dimana2.
Lihat saja foto2 dari parade Sukhoi untuk hari kemerdekaan bbrp tahun terakhir! Mereka tidak pernah hadir!
Saya harap ada yang dapat memberikan informasi yang lebih jelas.

Jalo says:
January 28, 2015 at 8:54 am
Ada masalah di airframe dan mesinnya….
Mari ke hanggar di Maros, lagi terpakir sekarat gitu barangnya…

Nah, sekarang mari kita ambil yang 4 Sukhoi batch pertama yang dibilang rusak itu sebagai faktor pengurang. Jadi akan didapat :
184 – 4 = 180. Ya, ada tepat 180 Sukhoi yang diperkirakan akan mengawal langit nusantara pada tahun 2024.
Terima kasih Mbak Nora, Bung Sayaret, Bung Gripen-Indonesia, Bung Jalo. Tanpa data dan clue dari kalian, saya tidak akan mungkin memecahkan misteri 180 Sukhoi ini. Hurra percoyo yen ora ono potone (Tidak percaya kalau tidak ada fotonya) ?.
Coba dinalar mengapa Rosoboronexport Rusia pada Indo Defence 2014 hanya menyertakan selebaran saja dan model kecil dari Sukhoi ? Kok mereka tidak segempar EF Typhoon dan JAS Gripen dalam menawarkan produknya ?.
Yang di atas itu baru Sukhoi saja lho, belum F16, dan pesawat tempur lainnya, pesawat angkut dan lain-lain.
Hehehehe silakan hoek-hoek ya…Tukang Ngitung lagi halusinasi …hihihihi


image
Membaca berita tentang kapal selam Changbogo, rasanya kepala kita terasa pusing. Sebentar-sebentar dibilang 3 kapal selam, lalu 5 kapal selam, lalu 12 kapal selam. Misteri kapal selam Indonesia. Yang mana yang benar ?.
Itu baru soal jumlah, belum lagi ada berita DSME bekerjasama dengan PAL, lalu Jokowi ingin supaya Dok Koja Bahari juga membangun kapal selam. Kok kelihatannya nggak focus ya ? Bingung kan ?.
Sebenarnya berapa sih jumlah Changbogo yang akan kita akuisisi ? Lalu siapa yang akan bikin ? PAL atau Kodja Bahari ?. Terus, bisa nggak ya jika 12 kapal selam itu dibangun, apa cukup waktunya ?.
Biar nggak bingung, mari kita lihat satu per satu berita berikut ini :
Dari Website Koenig & Cie (www.koenig-cie.de) tanggal 20 May 2011 ada berita “Daewoo to invest in building yard in Batam Island, Indonesia”
”South Korea’s Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) and Indonesia’s shipbuilder PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) will jointly build a shipyard in Batam Island, Indonesia.”
Dari kepri.antaranews.com tanggal 21 Februari 2012 14:59 WIB ada berita “ BP Batam Belum Terima Aplikasi Investasi Daewoo”
Batam (ANTARA Kepri) – Badan Pengusahaan Batam, belum menerima aplikasi rencana PT Dok Kodja Bahari Jakarta menggandeng perusahaan Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering membangun galangan kapal di kawasan Kabil, Batam dengan luas lahan sekitar 40 hektare.
“Informasinya sudah kami dapat namun aplikasinya belum masuk ke Badan Pengusahaan (BP) Batam,” kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa.
Menurut Djoko, sejauh ini hanya mengetahui PT DOK Kodja Bahari Jakarta telah memiliki lahan di kawasan Kabil yang memang diperuntukkan bagi kawasan galangan kapal.
“Lahannya sudah disiapkan oleh PT DOK Kodja Bahari di kawasan Kabil,” katanya.
Djoko mengatakan tidak mengetahui secara pasti jenis kapal yang akan dibangun di galangan kapal tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoedin di Batam mengatakan Kementerian Pertahanan sudah menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME).
Menurut Sjafrie, kerja sama dilakukan dengan model produksi bersama dengan tujuan adanya alih teknologi. Penambahan alutsista kapal selam ini diharapkan menjadi wadah penguatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam pembuatan kapal selam.
Ia menambahkan alih teknologi pembuatan kapal selam sudah masuk dalam kontrak pembelian tiga kapal selam itu. Berdasarkan kontrak, ketiga kapal ini menghabiskan biaya sekitar 1,80 miliar dolar AS yang diambil dari alokasi pengadaan alutsista 2010-2014.
Jadi dari berita di atas DSME dan PT DKB (Dok Koja Bahari) ada join / kerjasama.
Karena Changbogo dibuat oleh DSME dan DKB adalah rekanan DSME maka terbitlah ide berikut ini :
Dari nasional.kompas.com tanggal , 28 April 2015 | 14:07 WIB ada judul berita “Jokowi Ingin PT Dok Koja Bahari Mampu Membuat Kapal Selam”
Lalu di JKGR 16 Juli 2015 Target Pencapaian Pembangunan Kapal Selam Indonesia dikutip :
”Di dalam rencana pemenuhan alutsista yang mengacu kepada MEF, di tahun 2013 dalam sidang KKIP Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada waktu itu telah mengungkapkan kebutuhan TNI AL, yaitu sebanyak 12 unit Kapal Selam untuk menjamin pengamanan wilayah NKRI. Dan sudah pula kita ketahui bahwa TNI Angkatan Laut kemudian memilih Kapal Selam dari Korea Selatan, yang dinamai DSME209/1400. Dalam kontrak pembelian, disebutkan Indonesia membeli 3 unit, di mana 1 unit terakhir rencananya akan dibuat di Galangan Kapal Nasional, PT. PAL Surabaya. “
Kemudian juga ada kutipan :
”Dari sisi sumber daya manusia, pada periode desain, PT PAL telah mengirimkan SDM yang mempunyai kualifikasi untuk desain kapal sebanyak 20 personel profesionalnya. Selanjutnya mengirimkan pula personel yang tergabung dalam team OJT sebanyak 186 personel yang dikirimkan secara bertahap dimulai sejak bulan November 2013 hingga bulan Februari 2017.
Menilik proses pembangunan kapal selam DSME209/1400 sampai dengan Januari 2015 ini, telah sampai dalam tahap pemotongan plat untuk kapal selam ketiga. Diharapkan pada tahun 2017, dua unit kapal selam baru DSME209/1400 sudah dapat beroperasi diperairan indonesia. Sedangkan untuk kapal selam ketiga jika dilihat dari skenario kontrak pembelian, maka akan dapat dioperasikan sekitar awal tahun 2019. Kita harapkan kehadiran kapal selam DSME209/1400 dapat memperkuat kemampuan tempur angkatan laut kita. “
Lho, ada pemotongan plat untuk kapal selam ketiga ? Berapa sesungguhnya yang akan dibuat di Korea ?
Dan waktu pembuatannya dari sejak potong pelat 2015 sampai mulai operasional 2019 makan waktu 2019 – 2015 = 4 tahun.
Coba lihat di JKGR 14 Mei 2015 pada artikel AS Mulai Kehilangan Superioritas Udara ada komentar dari Bung ARTHAS79 :

TOTAL : 24 unit CHANGBOGO Class Submarine.
A-SSK – CHANGBOGO Class Submarine 1 (PT PAL – INDONESIA / DSME – SOUTH KOREA) : (5 units) (TO BE DELIVERED / TO BE BUILD).
E-SSK – CHANGBOGO Class Submarine 2 (PT PAL – INDONESIA) : (19 units) (TO BE BUILD).
Wah kok banyak betul ya ? 1 kapal selam saja makan waktu 4 tahun , apalagi 24 ? Yang benar nih ? Mabuk kecubung lagi ya ? Kapan selesainya ?.
Oke kita test saja ya ? Di bawah ini saya Tukang Ngitung, PhD. ,membuat prediksi jadwal pembuatan kapal selam.
Pihak yang terlibat adalah DSME, PAL dan Koja Bahari sebagai rekan DSME di Indonesia.
DSME Korea.
2013 mulai potong plat, operasional 2017 2 unit KS.
2015 mulai potong plat, operasional 2019 1 unit KS total sementara 3
2016 mulai potong plat, operasional 2020 1 unit KS total sementara 4
2017 mulai potong plat, operasional 2021 1 unit KS total 5

PAL
2013 TOT di Korea sampai 2017
2015 pembangunan infrastruktur galangan kapal selam perkiraan selesai 2017
2017 mulai potong plat, operasional 2021 1 KS total sementara 5+1 = 6
2018 mulai potong plat, operasional 2022 1 KS total sementara 6+1 = 7
2019 mulai potong plat, operasional 2023 1 KS total sementara 7+1 = 8

DKB
DKB di bawah pengawasan PAL atas seijin DSME
2015 TOT di Korea bersama PAL sampai 2019
2017 TOT di PAL sampai 2020
2018 pembangunan infrastruktur galangan kapal selam perkiraan selesai 2020

DKB bersama PAL masing-masing 1 jadi 2
2020 mulai potong plat, operasional 2024 2 KS total sementara 8+2 = 10
2021 mulai potong plat, operasional 2025 2 KS total sementara 10+2 = 12
2022 mulai potong plat, operasional 2026 2 KS total sementara 12+2 = 14
2023 mulai potong plat, operasional 2027 2 KS total sementara 14+2 = 16
2024 mulai potong plat, operasional 2028 2 KS total sementara 16+2 = 18
2025 mulai potong plat, operasional 2029 2 KS total sementara 18+2 = 20
2026 mulai potong plat, operasional 2030 2 KS total sementara 20+2 = 22
2027 mulai potong plat, operasional 2031 2 KS total menjadi 22+2 = 24

Jadi prediksi saya, 12 Changbogo baru akan selesai tahun 2025.
Total Changbogo akan diakuisisi 24 biji yang akan operasional semua di tahun 2031.

Semoga saja lebih cepat selesainya.
Itu baru Changbogo saja lho, belum yang lain-lain baik yang sedang, yang besar, yang gemuk berisi ataupun yang kecil imut-imut.
Wah, dasar tukang halusinasi, sukanya mengkhayal melulu, terkena delusional akut, buang-buang waktu saja. Mana ada duit ? Mana bisa bikin segitu banyak ?.
Hehehehehehe….
Hamsa Hamnida …. Terima kasih.


Dari : Tukang Ngitung, PhD. / JKGR

1 komentar: