Senin, 20 Juli 2015

Cara Dapatkan ToT Selain Nyolong


Proyek jet tempur KFX Korea Selatan terancam jalan di tempat, karena AS enggan berbagi teknologi kunci dengan Indonesia, antara lain ToT Radar AESA. miitary technology
😀  Tukang Tipu paling senang dengan artikel seperti ini karena sepertinya kisi-kisi yang bertaburan di seluruh artikel jika digabung menjadi satu bisa membentuk mozaik yang menyebabkan telik sandi asing MAKAN GAJI BUTA   … xixixi …

Itu omongannya professor bidang politik dan diplomacy, bukan omongannya DAPA, apalagi omongannya KAI. Anggap saja angin lalu, kalau pun proyek ini gagal maka akan selalu ada berkah tersembunyi di balik setiap “musibah” karena Tuhan tahu yang terbaik … xixixi …
Mengenai alutsista pesanan tahun kemarin-kemarin saja masih akan terus datang sampai 2018 baik yang dipublikasikan maupun yang tidak (alutsista dari Barat saja jumlahnya resminya bisa dikecilkan, apalagi alutsista dari Timur … xixixi …)
USA tidak bakalan ngasih alutsista gahar tapi downgraded mereka ke Indonesia jika mereka tahu (dan punya bukti) diam2 Indonesia juga beli barang yang sejenis dari RUSIA dengan jumlah yang hampir sama banyaknya, karena itu akan mengganggu keseimbangan kawasan (versi USA tentunya) … xixixi …
Mengenai  Transfer of Technology (ToT), sedikit2 ToT … sedikit2 ToT … ToT kok cuma sedikit ? … xixixi …
Produsen alutsista paling sebal dengan kata ToT, bikin gatal telinga … xixixi … sekarang kejar kuantitas dulu, kan sasarannya 2019, emang situ mau nunggu sampai 2024 ? kelamaan juga kale … xixixi …
Syarat mendapat ToT :
1.Beli alutsista dalam jumlah besar dan gila-gilaan kayak India.
2.Beli alutsista dari produsen yang mau PHK karyawannya karena sepi job kayak Galangan Kapal DSNS (SIGMA).
(Heran juga … siapa saja yang alutsistanya dibeli Indonesia, langsung peruntungannya berubah jadi hoki kebanjiran order dari negara lain … bagus deh … xixixi …).
3.Menjadi pembeli pertama alutsista dari produsen yang stress berat nyaris gila karena selalu kalah dalam tender.
4.Impor perlengkapan dasar prajurit untuk kebutuhan setidaknya 50.000 orang prajurit TNI (pakaian, sepatu, gesper dll) dari negara yang bersangkutan meskipun di dalam negeri sudah ada PT SRITEX (apa pun akan dilakukan demi mendapatkan ToT).
5.Beli alutsista dari produsen alutsista yang dipimpin oleh IDIOT (enggak yakin juga sih, ada apa enggak ya ? … xixixi …).
Siasat Indonesia untuk mendapat ToT tanpa harus vulgar menyebut ToT yang bisa bikin turn off produsen alutsista adalah :
Minta ijin lisensi —> joint design/promotion —> pengembangan design secara mandiri.
Pada dasarnya TIDAK MUDAH untuk mendapat ToT kecuali kalau pasang screw, pengecatan dan ganti oli, pasang sticker “buatan tempatan” sudah dianggap ToT, yah mau bilang apa lagi … xixixi …
Kapan nih tanda tangan Su-35 ? masih pada nungguin ya … xixixi …
(Ingat Su-35 tidak punya pesaing jadi enggak usah dibahas mendingan dibahas siapa pendamping-pendamping Su-35 … xixixi …).
1960 an = Saya merasa KAGUM (admire).
2018 ke atas = Saya merasa umumnya KAGUM KAGUM KAGUM atau bisa juga untuk item2 tertentu KAGUM KAGUM KAGUM KAGUM.
xixixi … maksudnya apa ya ? … xixixi …
(PERCAYA SAMA TUKANG TIPU = MUSYRIK … xixixi …)
(TUKANG TIPU … LU KEBANYAKAN NGELEM AIBON … OTAK LU SOAK … xixixi …).


by: TUKANG TIPU / JKGR

2 komentar:

  1. Hehehe..sy suka artikel anda bung. Drama SU35 sm spt drama kilo dulu. Tau2 sdh ada di kandang..hehehe...Yg perlu dipikirin, knp di tender EF typhon yg menang...hehehe...Kenapa ya banyak lanud naik kelas, emg ada pesawatnya??..knp sih tambah 3 lantanal, emang ada kapalnya?? Knp sih mau tmbh 2 kodam 1 pasmar 1 div kostead, emg ada alutsistanya??? Hehehe. ..Semuanya tinggal nunggu barangnya....sdh lunas....pak SBY tau ganti pemerintah pasti ganti kebijakan. Mknya MEF dibaya lunas...

    BalasHapus