Senin, 20 Juli 2015

Militer Rusia Gagal Lengkapi Diri dengan Senjata Modern


Militer Rusia gagal memenuhi rencananya untuk melengkapi angkatan bersenjatanya dengansenjata modern. Kegagalan itu dipicu oleh sanksi Barat.

Kegagalan militer Rusia itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yuri Borisov kepada Presiden Vladimir Putin selama konferensi video.



Kontrak pertahanan Pemerintah Rusia gagal memenuhi rencana yang ditetapkan, seperti produksi kapal Angkatan Laut, pesawat amfibi Beriyev Be-200, rudal anti-tank Vikhr, remote control dan peralatan pemantauan radio untuk rudal Igla dan sistem peluncur senjata untuk pesawat pembom Tupolev- 160.

Kremlin telah merilis transkrip konferensi video laporan kegagalan militer Rusia yang disampaikan Borisov pada Presiden Putin pada Kamis lalu.

”Alasan objektif untuk kegagalan dalam memenuhi pesanan pengadaan pertahanan negara termasuk pembatasan pasokan suku cadang dan bahan impor, terkait dengan sanksi, penghentian produksi dan hilangnya berbagai teknologi,” kata Borisov, seperti dilansir Moscow Times, semalam.

Borisov melanjutkan, bahwa industri pertahanan Rusia menyesuaikan diri dengan kemunduran. Sejauh ini, kata dia, 38 persen dari pembelian alutsista Rusia seperti yang direncanakan untuk tahun ini telah selesai.

Industri pertahanan telah menjadi fokus ekonomi Rusia yang terganggu oleh rentetan sanksi negara-negara Barat. Sanksi itu dijatuhkan setelah Rusia dianggap melakukan intervensi terhadap krisis Ukraina.

”Saya akan sangat menekankan bahwa mereka yang menunda produksi dan pasokan teknologi militer dan yang membiarkan industri terkait menurun, harus memperbaiki diri dalam jangka pendek,” kata Putin.

”Dan jika itu tidak terjadi, kesimpulan yang tepat perlu dibuat, termasuk (perubahan) personel jika diperlukan, teknologi dan organisasi,” imbuh Putin.

Sumber : Sindo

1 komentar: