Minggu, 18 Januari 2015

Eskalasi Kawasan Memanas, Jepang Naikkan Anggaran Pertahanan


Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang telah menyepakati kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar US$42 miliar atau setara sekitar Rp530 triliun.

Dilansir Reuters, Rancangan kenaikan anggaran ini akan berlaku mulai April mendatang dan merupakan yang terbesar sepanjang sejarah negara tersebut.


Armada kapal milik pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF) di Pangkalan JMSDF di Sasebo, Jepang Selatan. (Foto: Reuters)
Armada kapal milik pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF) di Pangkalan JMSDF di Sasebo, Jepang Selatan. | Foto: Reuters

Pengesahan anggaran ini ditempuh setelah Perdana Menteri Shinzo Abe berhasil mendorong penafsiran kembali ‘konstitusi damai’ Jepang dan memungkinkan militer untuk membantu sekutunya juga diserang.



Penggunaan anggaran tersebut secara rinci akan digunakan untuk membeli sejumlah persenjataan untuk memperkuat modernisasi alustista Jepang di antaranya 20 pesawat patroli maritim (P-1), 5 Pesawat militer silang (crossover) V-22 “Osprey”, serta 6 jet tempur berteknologi siluman (stealth) F-35A.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Jepang juga berencana membeli 30 kendaraan tempur amphibi serta pesawat tempur E-2D yang memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan pesawat atau kapal perang milik musuh dari jarah yang jauh, menambahkan satu armada pesawat tempur nirawak (drones) jenis “Global Hawk”, dan membangun satu kapal perang penghancur (destroyer) Aigis untuk memperkuat kemampuan militer negeri sakura tersebut.

Langkah Jepang tersebut diyakini untuk meningkatkan kemampuan militernya untuk mempertahankan wilayah pertahanan mereka, terutama dalam mempertahankan wilayah perairan.

“Situasi di seputar kawasan Jepang tengah berubah. Tingkat belanja pertahanan memperlihatkan jumlah yang diperlukan untuk melindungi wilayah darat, udara dan laut Jepang sekaligus melindungi nyawa serta harta benda warga negara kami” ucap Jendral Nakatami, Menteri Pertahanan Jepang.

Seperti diketahui di seputar kawasan kedaulatan Jepang, mereka hingga saat ini terlibat sengketa wilayah dengan Tiongkok, terutama di gugus Kepulauan Senkaku (menurut penamaan Jepang) atau Diaoyu menurut versi Tiongkok.

Kenaikan anggaran Kementerian pertahanan Jepang dengan jumlah yang fantastis tersebut diyakini untuk mengimbangi kekuatan Tiongkok di kawasan.

Meskipun demikian, penaikan anggaran pertahanan tersebut jika dibandingkan dengan belanja pertahanan Tiongkok masihlah relatif kecil. Anggaran militer Jepang masih kalah jauh dari Tiongkok yang anggaran militernya mencapai US$132 miliar tahun lalu, kedua terbesar di dunia setelah Amerika. (JMOL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar