Senin, 28 Juli 2014

Tentara Israel akui tembak penampungan pengungsi Gaza PBB

Tentara Israel akui tembak penampungan pengungsi Gaza PBB
Seorang pria Palestina melihat ke rumah tetangganya yang hancur akibat serangan udara Israel dan menewaskan dua anak di Jalur Gaza utara, Kamis (24/7).
Israel mendapatkan penangguhan parsial dari derita ekonomi Perang Gaza Kamis kemarin dengan dicabutnya larangan penerbangan komersil ke Tel Aviv, sementara mereka terus melancarkan serangan ke Palestina dan menambah jumlah korban jiwa sehingga melebihi 700 orang. Gencatan senjata tetap sulit dicapai meski adanya upaya mediasi yang intensif. Israel mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk menghancurkan persediaan roket dan terowongan lintas negara di Jalur Gaza, sementara Islamis Hamas menuntut pencabutan blokade di kawasan tersebut. (REUTERS/Suhaib Salem)

Jerusalem (ANTARA News) - Tentara Israel Minggu mengaku menembakkan mortir ke tempat penampungan pengungsi Gaza Perserikatan Bangsa Bangsa di mana 15 orang tewas, Kamis, namun membantah membunuh siapa pun di tempat itu.

Dalam penjelasan kepada wartawan mengenai temuan penyelidikan internal militer atas insiden di satu sekolah PBB di Beit Hanun, juru bicara Letnan Kolonel Peter Lerner mengatakan, para gerilyawan "di sekitar" sekolah menembakkan mortir dan roket anti-tank pada pasukan Israel, lapor AFP.

Tentara membalas dengan tembakan mortir, mengirimkan tembakan nyasar ke kompleks itu.

"Sebuah mortir mendarat di halaman sekolah," katanya.

"Halaman itu benar-benar kosong" pada saat kejadian, ia menambahkan.

"Kami menolak klaim yang dibuat oleh berbagai pejabat segera setelah kejadian, bahwa orang yang tewas di lingkungan sekolah sebagai hasil kegiatan operasional (tentara Israel)," tambahnya.

Seorang fotografer AFP yang pergi ke tempat kejadian melihat darah berceceran di tanah, dan juru bicara layanan darurat Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan, 15 orang tewas dalam ledakan tersebut dan setidaknya 200 orang terluka.

"Banyak yang tewas - termasuk perempuan dan anak-anak," kata Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam sebuah pernyataan, dan menambahkan bahwa ia "terkejut" atas serangan itu.

Lerner menyarankan, korban mungkin telah dihantam dalam pertempuran yang merebak di tempat lain dan "dibawa ke kompleks setelah cedera" untuk pertolongan pertama atau tempat tinggal.


Penerjemah: Askan Krisna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar