Rabu, 18 Februari 2015

Mesir Telah Jadi Sekutu Barat Memerangi ISIS

Kairo telah melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran kelompok Negara Islam di Libya setelah jihadis memasang video yang menunjukkan pemenggalan dari 21 Kristen Koptik Mesir.


Mesir Telah Jadi Sekutu Barat Memerangi ISIS

Mesir mengatakan "intervensi tangguh" sangat dibutuhkan dan Perancis menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB  untuk "mengambil langkah-langkah baru" terhadap jihad di negara tetangga Libya. Dengan serangan udara, Mesir membuka front baru terhadap jihad. Kairo sudah memerangi militan di Semenanjung Sinai dimana sejumlah tentara telah tewas sejak militer menggulingkan presiden Islamis Mohamed Morsi Juli 2013.



Presiden Abdel Fattah al-Sisi, panglima militer yang menggulingkan mantan Morsi dan telah dikritik karena tindakan keras mematikan terkait perbedaan pendapat, telah menyajikan Mesir sebagai mitra penting dalam upaya internasional melawan jihadis.

Serangan udara menghantam kamp IS dan depot senjata, beberapa jam setelah jihadis merilis rekaman mengerikan dari pemenggalan yang memicu kemarahan di Mesir.

Saksi mengatakan setidaknya ada tujuh pemboman di Derna di timur, sarang militansi sejak diktator Libya Moamer Kadhafi digulingkan pada 2011 silam

"Angkatan bersenjataelakukan serangan udara di Libya dengan fokus terhadap kamp-kamp Daesh, tempat pengumpulan dan pelatihan serta depot senjata," kata militer menggunakan singkatan Arab untuk merendahkan IS.

Kepala angkatan udara Libya Saqr al-Jaroushi mengatakan kepada penyiar Mesir sedikitnya 50 orang tewas, korban yang tidak bisa dikonfirmasi dan bahwa pesawat-pesawat tempur Libya juga menargetkan jihadis.

Ini adalah pertama kalinya Mesir mengumumkan aksi militer terhadap sasaran Islam di Libya. Tahun lalu Kairo dilaporkan memungkinkan Uni Emirat Arab untuk menggunakan basis untuk membom militan di sana.

Para ahli mengatakan bahwa dengan menargetkan IS dengan serangan udara di Libya, Sisi telah menjadi sekutu utama Barat terhadap ekstrimis Islam, meskipun kini ada kecaman internasional terkait penindasan melawan Ikhwanul Muslimin pengikut Presiden Mohamed Morsi yang digulingkan oleh Sisi 2013 silam. (JaringNews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar