Kamis, 12 Maret 2015

Melihat dari Dekat Sistem Radar Pertahanan Giraffe SAAB AB



SAAB radar (photo : SAAB)

Gotheborg, Swedia (ANTARA News) - Divisi Sistem Pertahanan Elektronika SAAB AB memiliki empat komponen bisnis utama, salah satunya adalah sistem radar permukaan, yang secara produk mereka namakan Giraffe, Sea Giraffe, dan Arthur.



Ketiganya, oleh Sistem Pertahanan Elektronika SAAB AB yang bermarkas di Gotheborg, Swedia, didedikasikan untuk mendukung pertahanan darat dan laut melalui sistem pertahanan udara dan pengamatan permukaan serta penentuan secara presisi posisi sistem pertahanan lawan.

Jurnalis antaranews.com bersama lima jurnalis lain Indonesia, mendapat kesempatan hadir di kantor pusat divisi ini di Gotheborg, Swedia, dan melihat langsung proses pembuatan, riset dan pengembangan, pengujian, dan hal lain terkait sistem Giraffe ini.

Selain sistem Giraffe, para petinggi setempat SAAB AB membuka pintu “dapur” mereka kepada jurnalis-jurnalis Indonesia untuk hal yang mendapat prioritas pengembangan sangat tinggi, yaitu sistem Erieye AEW&C, satu sistem komando dan pengamatan udara berbasis pesawat udara yang digadang-gadang lebih maju ketimbang sistem AWACS.

Salah satu kebolehan yang diperagakan adalah kemampuan Erieye AEW&C mengetahui dan mengenali objek tidak bergerak di udara dalam ukuran sangat kecil, sekira jet ski.

“Helikopter bisa mengambang di udara dan kami bisa mengidentifikasi hal itu melalui Erieye AEW&C ini,” kata  Kepala Pengembangan Bisnis Pemasaran SAAB AB, Lars Ekstrom, di Kantor Sistem Pertahanan Elektronika SAAB AB, di Gotheborg, Swedia, Senin waktu setempat.

Itu salah satu unggulan sistem yang terus dikembangkan SAAB AB dengan empat pilarnya, yaitu meningkatan kualitas, riset dan pengembangan, efisiensi biaya (operasional), dan kehadiran mitra setempat dalam berbagai skema, di antaranya transfer teknologi.

Perkembangan pertempuran saat ini sudah sangat kompleks, di antaranya adalah kekuatan asimetrik yang sulit untuk dicegah. Bukan jamannya lagi peperangan terbuka antara dua atau lebih negara dikumandangkan secara terbuka.




Adagium bersiap untuk perang jika ingin damai bisa dikedepankan jika melihat skala dan densitas pertempuran yang kini terjadi, di antaranya dalam konteks komunitas melawan negara atau penguasa sah. Untuk kepentingan pertahanan titik di darat, SAAB AB memiliki jawaban jitu, yaitu sistem radar Giraffe AMB, yang dikatakan sebagai radar multifungsi.

Dalam keterangannya, Wakil Presiden Kepala Pemasaran Solusi Radar Permukaan dan Bisnis Sistem Pertahanan Elektronika SAAB AB, Mats Palsson, menyatakan, “Giraffe mampu beroperasi penuh dalam segala cuaca dan keadaan. Sejak dia tiba di titik pertahanan yang ditetapkan, dia bisa ditegakkan dan beroperasi secara baik hanya dalam 10 menit saja.”

Yang dia katakan bukan isapan jempol atau ucapan seorang pemasar belaka. Dalam peragaan di bengkel pengujian dan perawatan —juga di halaman depan Kantor SAAB AB di Gotheborg itu— truk Volvo FM atau MAN yang “menghela” sistem radar pertahanan titik Giraffe AMB Multi Mission Surveillance System itu bisa memberikan pandangan dan pengamatan serta kalkulasi pertahanan yang diperlukan komandan misi dalam waktu tepat 10 menit saja.

“Giraffe AMB ini dirancang untuk bisa digelar dan diangkut dalam ukuran yang sangat kompak. Kompartemen kendali dan operasi serta ukuran tiang dan kubah kotak radarnya telah ditentukan setara persis dengan ukuran kontainer delapan kaki… demikian juga dengan lubang-lubang tautannya di lantai truk penghelanya,” kata Palsson.

Saat diperagakan, cuaca di Gotheborg dan sekitarnya cerah, matahari agak hangat terasa di kulit —sesuatu yang cukup mengagetkan untuk orang Swedia pada musim dingin seperti sekarang— sehingga menyempurnakan hasil penginderaan radar Giraffe AMB ini. Bukan cuma obyek pengamatan di darat yang bisa dia amati, melainkan pergerakan kapal kecil di Danau Vanen dan laut sekitarnya.

Juga pesawat terbang militer dan sipil yang lalu-lalang di ruang udara di atas itu. “Kita lihat ini, titik ini adalah titik yang bergerak cukup cepat. Kalau kita klik titik ini, maka akan ketahuan dia siapa, menuju ke mana, pada ketinggian berapa, dan lain sebagainya,” kata Erik Paulsson, operator sekaligus penguji Giraffe AMB yang bertugas dalam kabin operator seukuran kurang dari tiga meter persegi itu.

Benar, titik sejarak 60 mil laut itu adalah pesawat terbang milik Scandinavian Air Service yang terbang melintas dari Laut Utara menuju Laut Baltik, lengkap dengan nomor penerbangan dan nomor registrasi pesawat terbangnya. Digadang-gadang, inilah juga satu “kekuatan” Giraffe AMB dalam menyajikan data berbasis data-link.

“Data ini juga bisa dibagi secara persis dan tepat waktu dengan sistem pertahanan udara atau darat dan lain-lain. Program aplikasi komputer tentang ini juga telah dibuat dan terus dikembangkan,” kata Paulsson. “Operator produk dan sistem ini mengatakan, sangat mudah dan efisien untuk dioperasikan,” kata dia lagi.

Dari ketinggian di halaman depan Kantor SAAB AB di Gotheborg itu, dua bendera Merah Putih ukuran resmi kenegaraan dikibarkan, berselang-seling dengan bendera Kerajaan Swedia. Menurut semua petinggi SAAB AB yang mendampingi rombongan jurnalis Indonesia saat itu, itulah bentuk penghormatan mereka kepada delegasi Indonesia itu.

“Anda semua adalah tamu resmi SAAB AB dan kami menerapkan standar penerimaan setara dengan rombongan resmi kenegaraan,” kata Wakil Presiden dan Kepala Sistem Pengamatan Udara dan Bisnis Sistem Pertahanan Elektronika SAAB AB, Lars Tossman.

Mengalihkan sedikit pandangan ke tempat di mana unit Giraffe AMB itu diperagakan, terdapat unit serupa di sampingnya yang terbalur warna kamuflase gurun.

Konon satu negara di Timur Tengah akan menerima unit itu segera, bergabung dengan puluhan lain unit serupa yang telah dikirim ke kawasan hangat itu.

(Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar