Sabtu, 14 Maret 2015

Pesawat Amfibi Terbesar di Dunia Buatan China Terbang Tahun Depan


Ilustrasi AG600


Pesawat amfibi besar buatan China AG600 akan terbang perdana pada tahun 2016, AVIC (Aviation Industry Corporation of China) mengatakan pada Selasa seperti yang dilaporkan Kantor Berita Xinhua.

AG600, dikembangkan oleh AVIC China untuk menjadi pesawat amfibi terbesar di dunia, dengan bobot lepas landas 53,5 ton. AG600 mampu mengumpulkan 12 ton air dalam waktu 20 detik untuk digunakan dalam memerangi kebakaran hutan dan untuk misi penyelamatan di laut.



Menurut AVIC, perakitan akhir AG600 dijadwalkan akan rampung pada tahun 2015. Pengembangan dan produksi pesawat ini mendapat persetujuan dari pemerintah China pada tahun 2009 lalu.


Pembangunan badan pesawat AG600
Foto diambil pada 29 Desember 2014 menunjukkan bagian tengah pertama pesawat AG600 yang telah selesai di pabrik Aviation Industry Corporation of China (AVIC) di Xi'an, China.
AG600 akan diawaki oleh 3 kru dan mampu mengangkut 50 penumpang. Berdimensi panjang 40 meter, rentang sayap 40 meter, dan tinggi 10 meter. Ditenagai oleh empat mesin turboprop (tidak diketahui namanya) pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 570 km per jam dan jangkauan hingga 5.000 kilometer. Pesawat ini memili empat cantelan (hardpoint), dan kemungkinan untuk versi militernya dapat dilengkapi dengan senjata seperti ranjau atau torpedo untuk misi anti kapal selam.
AG600 delapan meter lebih panjang dari pesawat amfibi Beriev BE-200 Rusia, dan 6,6 meter lebih panjang dari pesawat amfibi Jepang ShinMaywa US-2.


Desain AG600 sebenarnya banyak mempertahankan fitur dari dari pesawat amfibi Harbin SH-5, pesawat amfibi besar buatan China yang mulai dioperasikan China sejak tahun 1986 untuk patroli maritim dan SAR. Apapun itu, pesawat seperti AG600 akan semakin menegaskan dominasi China atas tetangganya di kawasan yang menjadi salah satu jalur komersial terpenting di dunia ini.
Sebelumnya pesawat amfibi kecil buatan China HO300 juga telah melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010.

Gambar: Xinhua/artileri.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar