Selasa, 05 Agustus 2014

Rudal Akash Salip Kerjasama Prancis



 
Sistem rudal pertahanan anti serangan udara AKASH, Produksi dalam Negeri India yang digunakan Indian Air Force (IAF)
Sistem rudal pertahanan anti serangan udara AKASH, yang dikembangkan DRDO produksi dalam Negeri India, digunakan Indian Air Force (IAF)
New Delhi 04/08/2014: Kerjasama India- Prancis seharga Rs 30.000 crore untuk membangun rudal pertahanan udara jarak pendek, terancam bubar, setelah Indian Air Forces mengatakan persyaratan yang mereka butuhkan sudah bisa dipenuhi oleh Sistem senjata anti serangan udara Akash, buatan perusahaan dalam negeri, DRDO.

Sebelumnya, Proposal kerjasma itu diajukan oleh DRDO India dan perusahaan rudal MBDA, Prancis yang berencana memangun sistem ‘short-range surface-to-air missile (SR-SAM)’ untuk Indian Air Force, dengan program bernama Maitiri.
Namun seiring berjalannya waktu, sistem rudal Pertahanan anti serangan udara Akash, telah dibangun oleh perusahaan dalam negeri India, DRDO dan ujicoba perkembangan rudal ini sukses dan tuntas dilakukan di Odisha, India.
India's mobile surface-to-air missile defense system 'Akash'
India’s mobile surface-to-air missile defense system ‘Akash’
Permasalahannya, sistem rudal SR-SAM yang diajukan joint venture India-Prancis, memiliki kelas yang sama dengan apa yang telah dilakukan sistem pertahanan udara yang dibuat oleh DRDO,
Angkatan Udara India (IAF) mengatakan ketika produk asli dalam negeri, memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Angkatan Bersenjata, maka tidak dibutuhkan lagi import atau produksi bersama dari sebuah sistem yang sama.
Sementara di dalam kerjasama dengan Prancis yang diajukan Proyek SR-SAM, IAF harus membeli 49 Missile Firing Units (MFUs) dari hasil kerjasama pembangunan rudal tersebut.
Karena industri pertahanan dalam negeri berkembang cepat, IAF justru telah memesan 8 skadron Akash surface-to-air missile dan akan memesan 25 skadron lainnya, untuk memenuhi kebutuhan rudal pertahanan udara India, saat ini.
Perubahan kebijakan yang akan diakukan IAF tersebut, justru bisa banyak menghemat banyak devisa dan membantu pengembangan industri rudal dalam negeri, jika dibeli dalam jumlah yang banyak.
Negosiasi proyek SR-SAM India-Prancis dimulai tahun 2007-2008 dan dibahas secara rinci dalam pembicaraan-pembicaraan antara pemerintah India dan Prancis pada tingkat tertinggi selama kunjungan pejabat senior negara masing-masing.
Selama pembicaraan antara Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Manmohan Singh pada Januari 2013, kedua pihak menyatakan kesepakatan dalam negosiasi untuk finalisasi program pembangunan joint venture sistem rudal tersebut.
akash-graphic
Rudal Akash buatan dalam negeri India memiliki jangkauan 27 km dengan daya jangkau ketinggian efektif hingga 15km, dan baru saja diujicoba di Integrated Test Range, Distrik Balasore, Odisha, India.
Sistem senjata anti serangan udara, Akash, didisain, dibangun dan diproduksi oleh perusahaan DRDO India untuk mempertahankan dan melindungi aset aset penting negara India dari ancaman penetrasi serangan udara.
Sistem rudal ini direncanakan untuk digunakan oleh Angkatan Darat dan Angkatan Udara India. Rudal ini dibangun DRDO sebagai bagian terintegrasi dari program pembangunan rudal: Agni, Prithvi, Trishu dan Nag yang sistemnya terus dikembangkan ahli ahli dalam negeri India. (timesofindia.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar