Selasa, 14 April 2015

Amerika Serikat Protes, Pesawatnya Disergap Jet Tempur Rusia

Amerika Serikat melayangkan protes ke Moskow setelah jet tempur Rusia mencegat pesawat terbangnya dengan cara yang tidak aman dan profesional, Selasa, 7 April 2015.

Dalam keterangannya kepada media, markas pertahanan di Pentagon menyatakan sebuah pesawat angkut militer AS, RC-135U, disergap jet tempur Rusia SU-27 Flanker ketika terbang di atas Laut Baltik pada Selasa lalu. “Insiden ini berlangsung di wilayah udara internasional di sebelah utara Polandia.”


Amerika Serikat Protes, Pesawatnya Disergap Jet Tempur Rusia
Pesawat tempur Amerika Serikat F-22 menjegat Bomber Rusia di Alaska pada 2011. September 2014, pesawat F-22 menjegat lagi dua Bomber Bear TU-95, dua Mig-31, dan dua pesawat tanker IL-78 di pantai Alaska.
Peristiwa ini diduga terkait meningkatnya ketegangan NATO dan Rusia akibat krisis Ukraina. USAF

Menurut juru bicara Pentagon, Mark Wright, awak pesawat AS yakin aksi yang dilakukan pilot Rusia itu sangat membahayakan dan tidak profesional. Mereka bermanuver agresif ketika mendekati pesawat yang dikendalikannya dan berkecepatan tinggi.

Kantor berita milik pemerintah Rusia, Sputnik, mengabarkan, burung besi AS tersebut terbang menuju perbatasan Rusia dalam kondisi transponder dimatikan. “Jet Rusia sengaja terbang di sekitar pesawat AS beberapa kali untuk mengidentifikasi dan mengetahui nomor ekor pesawat,” tutur Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Namun demikian, keterangan Konashenkov dibantah salah seorang pejabat Komando Eropa-AS. “Menyebut transponder mati adalah sebuah kesalahan,” ucapnya.

Wright berujar, Pentagon dan Kementerian Luar Negeri akan mengajukan protes sesuai dengan jalur diplomatik kepada Rusia.

Ini bukan pertama kali AS mengeluh soal insiden pencegatan melibatkan RC-135U dan SU-27. Setahun lalu, sebuah jet Rusia terbang dengan kecepatan tinggi di atas Laut Okhotsk, sebelah barat Pasifik. Pejabat di AS menyebutkan aksi itu merupakan tindakan paling berbahaya dalam beberapa dekade ini. Selanjutnya Pentagon mengajukan komplain ke militer Rusia mengenai kejadian ini. (TEMPO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar