Senin, 08 Desember 2014

Uni Eropa tekan Turki bantu perangi ISIS



Uni Eropa tekan Turki bantu perangi ISIS
Seorang pria berseragam militer gurun dan berwajah Asia Tenggara (berdiri kedua dari kiri) terlihat dalam barisan algojo ISIS yang secara simultan memenggal 15 warga Suriah yang dalam gambar terlihat berlutut dengan mengenakan pakaian serba hitam (AFP)
Ankara (ANTARA News) - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa yang baru, Federica Mogherini, akan bertemu dengan para pemimpin Turki, hari ini, antara lain guna membahas perang melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di negara tetangga Turki, Suriah.


"Krisis Suriah akan menjadi salah satu agenda utamanya," ujar seorang pejabat Uni Eropa kepada AFP, Senin.

Keinginan Turki menjadi anggota Uni Eropa juga akan menjadi topik pembahasan.

Pemerintah negara-negara Uni Eropa mengkhawatirkan dampak Suriah dan kemungkinan serangan teroris karena semakin banyak warga Eropa yang kembali setelah berperang di Irak dan Suriah.

Turki berada di bawah tekanan untuk membendung aliran orang-orang yang direkrut ISIS yang menyeberangi perbatasan Turki yang telah menjadi jalur utama Eropa dan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.

Mogherini, yang berangkat bersama Komisioner Perluasan Johannes Hahn dan Komisioner Bantuan Kemanusiaan Christos Sytlianides, akan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu dan Menteri Luar Negeri Mevlut Casuvoglu di Ankara.

Mogherini adalah mantan menteri luar negeri Italia dan mulai menjabat kepala kebijakan diplomatik Uni Eropa pada 1 November.

Dalam lawatannya di Turki, ia juga akan mengunjungi kamp-kamp pengungsi di perbatasan Turki bagian Selatan keesokan harinya, Selasa. 


AFF / REUTERS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar