Selasa, 19 Agustus 2014

Netanyahu perintahkan serang "target teror" di Gaza



Netanyahu perintahkan serang
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon menghadiri sidang kabinet di Tel Aviv, Israel, Kamis (31/7). Netanyahu, yang menghadapi kekhawatiran internasional mengenai terus bertambahnya jumlah warga sipil yang tewas di Gaza, mengatakan ia tidak akan menerima gencatan senjata yang menghentikan Israel untuk menyelesaikan penumpasan terowongan-terowongan penyusupan militan.
Pejabat Gaza mengatakan setidaknya 1.372 warga Palestina, dimana sebagian besar dari mereka merupakan warga sipil, tewas akibat serangan Israel, dan hampi 7.000 lainnya menderita luka-luka. (REUTERS/Dan Balility)
Tel Aviv (ANTARA News) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan untuk menyerang "target-target teror" di Jalur Gaza setelah roket-roket Palestina mendarat di negara Yahudi itu Selasa meski gencatan senjata, kata sumber-sumber pemerintah kepada RIA Novosti.

"Menanggapi pelanggaran formula gencatan senjata oleh Hamas, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon memerintahkan untuk melanjutkan serangan terhadap sasaran-sasaran teror di Jalur Gaza," kata sumber itu.

Israel dan Gaza setuju untuk memperpanjang gencatan senjata dengan 24 jam lagi pada Senin malam dalam upaya menegosiasikan gencatan senjata jangka panjang.

Gencatan senjata itu akan berakhir pada pukul 01.00 Rabu waktu Moskow (09.00 GMT Selasa).

Pada 8 Juli, Israel melancarkan serangan terhadap gerakan Hamas sebagai tanggapan atas serangan roket kelompok-kelompok gerilyawan.

Pada 17 Juli, Israel beralih ke serangan darat untuk menghancurkan jaringan-jaringan terowongan Hamas di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Sekitar 1.900 orang telah tewas di Gaza sejak awal Israel menggelar Operasi Pelindung Ujung, terutama warga sipil.

Selama ini, Israel telah kehilangan 64 tentara, dengan tiga warga sipil lainnya tewas di negara Yahudi itu.


antaranews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar