Jumat, 14 November 2014

Doktrin Poros Maritim Presiden Jokowi



 
Presiden Joko Widodo membeberkan visinya terkait menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Reuters/Damir Sagolj)
Presiden Joko Widodo membeberkan visinya terkait menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Reuters/Damir Sagolj)
Nay Pyi Taw, – Presiden Joko Widodo membeberkan doktrin lima pilar utama poros maritim dalam pidatonya pada forum KTT Asia Timur, Kamis (13/11) di Naypyidaw, Myanmar.
“Bagi Indonesia, KTT Asia Timur berperan penting bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi di kawasan. Oleh karena itu, saya memilih forum ini untuk menyampaikan gagasan saya tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dan harapan saya tentang peran KTT Asia Timur kedepan,” kata Jokowi membuka pidatonya.

Berikut lima pilar poros utama maritim yang disampaikan Jokowi di KTT Asia Timur.
Pilar pertama, menurut Jokowi, Indonesia akan membangun kembali budaya maritim Indonesia. Sebagai negara yang terdiri dari 17 ribu pulau, bangsa Indonesia harus menyadari dan melihat dirinya sebagai bangsa yang identitasnya, kemakmurannya ditentukan bagaimana mengelola samudera.
Pilar kedua, Indonesia akan menjaga dan mengelola sumber daya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.
“Kekayaan maritim kami akan digunakan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan rakyat kami,” kata Jokowi
Ketiga, Indonesia akan memberi prioritas pada pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dengan membangun Tol Laut, deep seaport, logistik, dan industri perkapalan, dan pariwisata maritim.
Pilar keempat, melalui diplomasi maritim, Indonesia mengajak semua mitra-mitra Indonesia untuk bekerjasama di bidang kelautan, menghilangkan sumber konflik di laut, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut.
“Laut harus menyatukan, bukan memisahkan kita semua,” tutur Jokowi.
Kelima, sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim.
“Hal ini diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim kami, tetapi juga sebagai bentuk tanggungjawab kami dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim,” ujar Jokowi.
Jokowi menilai cita-cita dan agenda di atas akan menjadi fokus Indonesia di abad ke-21. Indonesia akan menjadi Poros Maritim Dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudera, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa. (CNN Indonesia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar